sangat bersusah hati. Seakan hilang tempat berpijak oh Hong kiauw - - Hohg Kiauw !- - -
Apakah engkau takut nanti ayah akan memarahimu anakku ? Kau katakan bahwa dirimu seperti juga seekor macan yang dipelihara oleh orang tuamu Bukanlah ayah yang binasa, bukan ayah yg kau terkam anakku. Ayah telah mendapatkan kemurahan hati baginda sehingga terbebas dari hukuman mati.
Justru mengapa engkau mengambil keputusan yg singkat ? Ah, gara gara perbuatan ayahmu yang serakah, kau menjadi nekad dan membunuh diri Hong Kiauw - -! Hong Kiauw - - -
Huuuk - - uuuuuhhuuuk - - heee - - -
Begitulah malampun kedua suami istri itu tidak doyan makan dan tak mau pergi tidur. Mereka duduk linglung dan menangisi mayat putrinya.
Pada keesokan harinya mayat Hong kiauw dimandikan dan dikenakan pakaian seperti temanten. Sebuah peti mati yang bagus dibels dan jenasah itu lalu dimasukkan kedalamnya.
“Dihari itu juga Yoto mengajukan surat permohonan untuk berhati dari jabatannya.
Baginda lalu merundingkan surat permohonan itu dengan stafnya. Akhirnya permohonan Yoto
44