Halaman ini tervalidasi
75
- Direktur Programing PT. Indosiar Visual Mandiri
TGIPF telah melakukan pertemuan dengan Sdr. Harsidi Ahmad, Programming Indosiar, Sdr. Gilang Iskandar, Corporate Secretary Indosiar dan Sdr. Ika Pasaribu, Legal Indosiar, dari hasil pembahasan yang dilakukan diperoleh pokok-pokok pembahasan sebagai berikut:
- Isu yang paling popular di masyarakat dimana disebutkan Indosiar selaku host broadcast berpengaruh besar bagi PT LIB karena tidak mengikuti rekomendasi dari pihak kepolisian yang telah menginfokan melalui Panitia Pelaksana (Panpel) bahwa ini merupakan pertandingan high risk antara Arema FC dan Persebaya, dan menyarankan demi segi keamanan dapat melakukan pertandingan pada siang/sore hari, karena di seluruh dunia pun pertandingan high risk dilakukan pada siang/sore hari (pada malam hari mengendalikan massa akan sangat sulit). PT LIB menolak dengan catatan Indosiar tidak menyarankan untuk digeser dan tetap melaksanakan pertandingan pada pukul 20.00 WIB;
- Pada saat menjadwalkan dengan PT LIB pada awal tahun/awal season Indosiar sudah melakukan diskusi dengan PT LIB dimana, PT LIB pada awalnya membuatkan draft jadwal selama setahun, lalu draft tersebut dikirimkan kepada Indosiar untuk didiskusikan bersama. Setelah melalui diskusi bersama, maka ditentukanlah jam tayang berdasarkan kesepakatan, PT LIB juga akan mendiskusikan dengan stakeholder lainnya, lalu kembali ke pihak Indosiar setelah menyepakati hasil diskusi dengan stakeholder, sehingga nantinya jadwal tersebut menjadi draft tahunan. Namun memang dalam perjalanan terdapat perubahan, dikarenakan persoalan klub belum memiliki kesiapan/tidak mendapatkan izin keamanan. Pada saat koordinasi PT LIB akan datang ke Indosiar untuk mendiskusikan lagi, biasanya diskusi ulang ini dilakukan tiap minggu. Normalnya, Indosiar meminta pertandingan sesuai jadwal di awal, dan PT LIB akan mendiskusikan lagi, namun keputusan final tetap di PT LIB karena pihak yang paling paham aspek penyelenggaraan. PT LIB akan mengeluarkan surat dan menjadi acuan semua stakeholder termasuk Indosiar;