III. YOGYAKARTA, TEMPAT KELAHIRAN KYAI HAJI AHMAD DAHLAN
Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekarang, amat erat hubungannya dengan riwayat hidup Kyai Haji Ahmad Dahlan dan persarikatan Muhammadiyah. Yogyakarta adalah daerah dengan sejarah yang tua. Di daerah ini dan sekitarnya terdapat banyak peninggalan-peninggalan bersejarah sejak masa lampau yang sangat jauh. Petilasan-petilasan penting yang menggambarkan masa lampau yang penuh kekayaan dapat dijumpai di sekitar Yogyakarta. Di antara Yogyakarta dengan Surakarta terdapat candi Kalasan yang didirikan oleh Pancapana pada tahun 778. Kemudian terdapat candi Sari, yang dahulu mungkin adalah sebuah bangunan bertingkat. Di daerah perbatasan Yogyakarta dengan Surakarta juga terdapat candi Sewu dan candi Lara Jonggrang dan kompleks tersebut biasa disebut candi Prambanan. Kesemuanya itu memberi bukti bahwa daerah Yogyakarta adalah daerah yang tua. Sejak dahulu sudah terdapat masyarakat teratur dan sudah pula berdiri kerajaan-kerajaan dengan rakyatnya yang hidup makmur, bahagia dan sejahtera. Kemudian sejarah memberitahukan, bahwa pada abad ke enam belas, pusat pemerintahan berpindah lagi dari daerah pantai utara Jawa Tengah, yaitu Demak ke daerah pedalaman lagi, dengan berdirinya kerajaan Mataram di mana masyarakatnya sudah memeluk agama Islam.
Dalam hal ini perlu kita toleh kembali perjalanan atau suasana peta politik di Jawa Tengah pada sekitar abad ke-15 dan 16 yang merupakan masa peralihan. Sesudah kerajaan Majapahit runtuh maka berdirilah kerajaan Islam di pantai utara, yaitu di Bintara Demak pada tahun 1478. Kerajaan Demak ini mula-mula dipimpin oleh Raden Patah dengan gelar Sultan Akbar Al Fattakh, sebagai sultan pertama. Di dalam kerajaan Demak ini kedudukan para wali yang terkenal dengan sebutan Wali Sanga atau Wali Sembilan sungguh besar. Mereka merupakan penunjang utama dari kalangan kerajaan Demak. Sesudah Raden Patah wafat, beliau digantikan oleh Adipati Unus atau yang lazim disebut pula dengan Pangeran Sabrang Lor. Mengapa disebut demikian? Karena sejarah mencatat, bahwa Adipati Unus pernah
23