langgeng. Dalam hal demikian umat Islam wajib menganggap Nabi Muhammad sebagai suri teladan dalam hidupnya. Dan bukan menganggap beliau sebagai seseorang yang berada di luar lingkungan manusiawi. Orang tidak dapat mengharap ampunan dosa atau penebusan dosa dari manusia. Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang akan berkenan terhadap semua mahluk. Terhadap Nabi Muhammad s.a.w. umat Islam hendaknya bercontoh, karena Muhammad Rasulullah s.a.w. memang diutus Tuhan untuk dijadikan contoh, dalam soal akhlak dan ubudiyah.
Sebaliknya yang terjadi di sementara kalangan masyarakat Islam pada tahun 1900-an itu terdapat pra-anggapan, bahwa manusia tidak mungkin mencontoh Nabi Muhammad s.a.w. Anggapan seperti ini sudah barang tentu bertentangan dengan maksud Allah mengutus Muhammad Rasulullah untuk dijadikan percontohan bagi kehidupan umat Islam itu sendiri. Masih banyak keadaan dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang luhur.
Pendapat yang negatif itu ada kalanya bersumber pada pandangan fihak luar, seperti pemerintah Hindia Belanda, yang memandang Islam dari segi yang gelap. Tapi ada kalanya datang dari sepak terjang para umat sendiri karena belum memperoleh penerangan maupun pengertian yang tepat. Seperti misalnya agama Islam seolah-olah selalu menunjukkan sikap perlawanan, permusuhan terhadap pemerintahan. Islam selalu menyetujui poligami dan kurang menghargai martabat wanita. Islam selalu ingin menyendiri dan tidak acuh terhadap kemajuan. Sudah barang tentu pendapat seperti itu adalah berat sebelah dan kurang selidik. Dan ada pula yang ke luar dari rasa antipati terhadap agama Islam sendiri.
Dari uraian di atas itu didapatlah kita simpulkan, bahwa pada sekitar tahun 1900, yaitu masa hidupnya Kyai Haji Ahmad Dahlan, `maka masyarakat Islam' sedang berada dalam kemandekan dan kemunduran, tertimpa oleh berbagai krisis. Jelas kelihatan, bahwa umat Islam seperti telah melupakan pada tuntunan agama yang berdasarkan Al Qur'an dan Hadist. Dalam masyarakat merajalela hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai bid'ah, khurafat, takhyul dan syirik. Yang dimaksud dengan bid'ah ialah penemuan baru, atau penyimpangan dari pada apa yang biasa