kekuasaan Belanda itu mempunyai beragam. Ada kekuatan senjata seperti pasukan Kompeni dan Belanda yang semakin meraja lela di wilayah kita. Ada kekuatan ekonomi seperti : perkebunan, pabrik dan bank. Ada lagi kekuatan pemerintah berupa: peraturan, pegawai negeri, polisi, penjara dan juga kekuasaan sosial-budaya serta keagamaan dalam bentuk cara berpakaian, bertegur sapa, pergaulan Barat, dan peribadatan. Sudah barang tentu tidak semua yang datang dari Barat itu jahat dan merugikan, tetapi pada waktu itu, masuknya kekuatan Barat itu cukup menimbulkan kegoncongan dalam masyarakat kita.
Mengenai perlawanan rakyat terhadap Belanda, besar pula pengaruh ajaran Islam di dalamnya. Sebagaimana kita ketahui dalam kehidupan masyarakat Islam terdapat suatu keyakinan atau cita-cita tentang akan datangnya Imam Mahdi atau Ratu Adil, yang akan turun pada akhir jaman untuk menjadi pemimpin umat manusia dalam alam yang penuh kerukunan dan keadilan dan perdamaian. Keyakinan tentang Ratu Adil atau Imam Mahdi memberi kekuatan untuk bertahan bagi masyarakat di pedesaan. Tidak sedikit pula keyakinan itu memberi tenaga untuk gerakan perlawanan terhadap Belanda, yang bukan saja berlainan kebangsaan dan kepentingan, melainkan juga berlainan keyakinan dan agama. Sebagai akibatnya tidaklah mengherankan kalau pemerintah Hindia Belanda merasa ngeri terhadap kekuatan masyarakat Islam dan berusaha untuk melemahkannya melalui berbagai jalan, juga jalan pendidikan. Terasa benar, bahwa kepada anak-anak Indonesia yang bersekolah di perguruan Barat, dengan halus sekali ditanamkan rasa negatif terhadap agama Islam, yang sudah dipeluk oleh nenek moyangnya selama beberapa abad di banyak tempat di Indonesia. Seolah-olah pemerintah Hindia Belanda ingin memisahkan generasi muda dari hubungannya dengan alam kebudayaan dan keagamaan bangsanya sendiri.
Di samping itu, keadaan masyarakat Islam pada permulaan abad ke duapuluh tidak boleh dikatakan memuaskan. Keadaan tersebut merupakan hasil paduan dari sikap Pemerintah Penjajahan Hindia Belanda yang tidak mendorong majunya agama Islam ditambah keadaan kejiwaan dalam masyarakat kita sendiri yang masih jauh dari yang diinginkan menurut ajaran agama Islam itu