II. MASYARAKAT ISLAM INDONESIA PADA JAMAN KYAI HAJI AHMAD DAHLAN
Di dalam sejarah tampak hubungan atau keadaan saling mempengaruhi antara kehidupan politik dengan kehidupan agama. Dalam hal agama Islam di Indonesia kelihatan, bahwa pada abad-abad ke-15-16, agama Islam mulai tersiar dengan cepat, sesudah kekuasaan politik Majapahit mengalami kemunduran. Penyiaran agama Islam itu meluas pada abad-abad berikutnya.
Tetapi sementara itu datanglah kekuasaan orang-orang Barat di Indonesia. Kekuasaan Barat ini makin lama makin kuat dan meluas, dan pada puncaknya berubah menjadi sistem penjajahan. Walaupun kekuasaan VOC maupun pemerintah Hindia Belanda dibandingkan dengan kekuasaan Portugis dan Spanyol menjalankan politik yang berhati-hati terhadap segi kehidupan agama terutama agama Islam, namun sedikit banyaknya membawa pengaruh pula. Perkembangan agama Islam yang wajar menjadi tersendat-sendat, karena harus memperhitungkan kekuatan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Lagi pula dalam sejarah hubungan antara Belanda dengan Indonesia itu kelihatan, bahwa faktor agama memegang peranan penting.
Sejak abad ke-15 sudah terdapat perselisihan antara orang Eropa yang beragama Kristen dengan orang-orang Timur Tengah yang beragama Islam. Perselisihan ini ditandai dengan berbagai peristiwa seperti peristiwa konkuista melawan rekonkuista, yaitu pertentangan antara kekuatan Islam yang masuk ke Spanyol pada abad ke-8, dan penyerangan kembali oleh pihak Eropa pada abad ke-15, yang menyebabkan kekuatan Islam surut dari jazirah Iberia. Kemudian melalui peristiwa Perang Salib yang berlarut-larut untuk kelak diteruskan dengan penjelajahan bangsa Portugis Spanyol ke perairan Asia. Kesemuanya itu mempunyai latar belakang perselisihan yang juga bersifat keagamaan.
Peperangan antara Eropa Kristen melawan Timur Tengah Islam itu diteruskan lagi di wilayah-wilayah Asia yang penduduknya sudah memeluk Islam. Dasar keagamaan ini kelihatan nyata sekali pada perselisihan antara orang-orang Portugis dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia.
13