Lompat ke isi

Halaman:Kyai Haji Ahmad Dahlan.pdf/20

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

dan sikap ramah tamah mereka menjalankan dakwah di kalangan masyarakat. Mereka tidak menunjukkan pertentangan yang tajam antara agama Islam dengan kepercayaan masyarakat dan adat istiadat penduduk. Metode demikian kiranya memperoleh hasil gemilang dalam penyiaran agama Islam pada zaman itu. Dalam abad-abad kemudian, agama Islam tersiar makin luas ke seluruh penjuru Indonesia, sehingga agama Islam itu dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

Pada sekitar abad ke enam belas, di sepanjang pesisir utara pulau Jawa sudah terdapat masyarakat Islam misalnya Gresik, Tuban, Juwana, Lasem, Demak, Jepara, Semarang, Cirebon. Dengan makin lemahnya kerajaan Majapahit, maka bandar-bandar Islam itu makin berkembang. Sedangkan masyarakat di pedalaman memang masih memeluk kepercayaan Hindu Budha dan masih terdapat kerajaan-kerajaan Hindu Budha seperti: Blambangan, Kediri dan Pajajaran. Tetapi kerajaan-kerajaan itu kemudian runtuh dan berdirilah kerajaan Banten dan Jayakarta di Jawa Barat.

Agama Islam juga tersiar ke Maluku. Bahkan pada abad ke tigabelas, masyarakat Maluku sudah berkenalan dengan agama Islam. Di Kesultanan Ternate sudah terdapat ahli-ahli perkapalan bangsa Arab yang membantu Sultan dalam penggalangan kapal-kapal. Hal itu terjadi pada abad ke empat belas. Antara Ternate dengan pulau Jawa sudah terdapat hubungan erat dalam hal penyiaran agama. Guru-guru agama Islam dari Jawa mengajarkan ayat-ayat suci Al Qur'an di Ternate. Bahkan Sultan Ternate sendiri pada abad ke lima belas bermukim di Jawa Timur yaitu di Giri, untuk menekuni agama Islam. Agama Islam tersebar hingga Tidore, Banda, Haruku, Makian. Terdapat hubungan yang teratur antara pelabuhan-pelabuhan Demak, Tuban dan Gresik dengan Maluku. Penyebaran agama Islam di Maluku mencapai puncaknya pada zaman pemerintahan Sultan Hairun. Tetapi sementara itu kekuasaan Portugal sudah mulai muncul di kawasan Maluku.

Masyarakat Kalimantan Selatan mulai menerima agama Islam pada abad ke enambelas. Pada waktu itu tersebarlah agama Islam dari Demak di kerajaan Banjar. Raja Banjar yang semula bernama Raden Samudra sesudah memeluk agama Islam lalu mengubah

10