itu Ferlec. Dalam bahasa Acehnya Peureula. Marco Polo mengatakan, bahwa di Perlak waktu itu sudah banyak orang yang memeluk agama Islam. Jadi itu suatu bukti yang jelas bahwa pada abad ke tiga belas, agama Islam sudah berkembang mantap di Indonesia.
Selanjutnya di Aceh Timur terdapat pula batu nisan Sultan Samudra Pasai yang pertama yaitu Al Malikus Saleh bertahun 1297 M, kemudian beliau digantikan oleh puteranya bernama Al Malikus Zakir. Pada waktu itu permulaan abad ke empat belas Marco Polo terpesona menyaksikan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam yang sudah makmur, aman dan sentosa. Dalam perjalanan sejarah selanjutnya makin banyak berdiri kerajaan-kerajaan yang memeluk agama Islam, lebih-lebih sesudah kerajaan Majapahit menjadi lemah dan akhirnya runtuh pada abad ke lima belas dan abad ke enambelas. Pada waktu itu di sepanjang pantai timur Sumatera dari Aceh hingga di Palembang, sudah banyak masyarakat yang beragama Islam. Tetapi di daerah pedalaman masyarakatnya masih memeluk kepercayaan lama.
Selanjutnya di pulau Jawa agama Islam juga berkembang dengan pesat. Bilamana agama Islam masuk ke Jawa dengan tepat, sungguh sulit menetapkannya. Perlu diketahui, bahwa pulau Jawa memiliki pelabuhan pelabuhan yang baik. Sejak jaman dahulu banyak kapal asing menyinggahi pelabuhan-pelabuhan di Jawa. Di antaranya niscaya terdapat kapal-kapal dari dunia Islam. Saudagar-saudagar Islam yang intinya ialah orang-orang Arab, kemudian diikuti oleh orang Parsi, Malabar, dan Gujarat banyak berlabuh di pelabuhan-pelabuhan di pulau Jawa, terutama sekali di daerah Jawa Timur. Dapatlah diperkirakan bahwa sejak abad ke delapan, agama Islam telah tersebar di Jawa. Sebagai bukti dapat diketemukan, bahwa di Leran telah diketemukan sebuah batu bersurat yang tertulis dalam bahasa dan huruf Arab. Pada batu itu dapat dibaca, bahwa seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimum telah meninggal pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi. Walaupun nisan itu berasal dari abad ke sebelas, namun agama Islam sudah tersebar pada abad-abad sebelumnya di pulau Jawa, khususnya di daerah pantai yang ada kota pelabuhannya. Juga pada jaman Majapahit sudah terdapat masyarakat Islam. Rupanya pada jaman itu pemerintahan Majapahit sudah
8