Lompat ke isi

Halaman:Kyai Haji Ahmad Dahlan.pdf/17

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Makin lama perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan manusia makin maju. Juga dalam dunia pelayaran ada kemajuan. Makin banyak pula kapal-kapal yang berlayar di lautan. Sekarang timbul pertanyaan, bilamana agama Islam itu masuk ke tanah air kita? Dan bagaimana pula caranya? Mengapa pula agama Islam itu cepat tersiar dan diterima oleh masyarakat? Rupanya agama Islam masuk ke tanah air kita dalam waktu yang, tidak serentak. Tidak terjadi sekaligus, melainkan dalam jangka waktu yang berbeda atau tidak bersamaan. Hal itu tentu wajar dan dapat dimengerti. Bukankah tanah air kita itu luas? Antara Sabang hingga Merauke, sama jauhnya dengan antara Teheran hingga London.

Dahulu ketika kerajaan Sriwijaya masih berdiri dengan megahnya, yaitu pada abad ke tujuh dan delapan, di perairan Selat Malaka sudah ramai dilayari oleh kapal-kapal yang berasal dari Timur Tengah ataupun dunia Islam. Di pelabuhan-pelabuhan yang terdapat di sekitar Selat Malaka, sudah terdapat perkampungan pedagang-pedagang Islam. Di Palembang dan Kedah sudah terdapat masyarakat Islam. Apa buktinya? Dalam sumber-sumber sejarah Islam atau Arab, Sriwijaya sudah disebut-sebut dengan istilah Zabag atau Zabaj. Makin lama kerajaan Sriwijaya makin menjadi lemah. Akibatnya banyak kota bandar yang memisahkan diri. Kota bandar itu menjadi negara merdeka. Dan perlu diketahui, bahwa di bandar-bandar itu banyak berdiam pedagang-pedagang Islam. Pengaruh mereka sungguh besar. Dalam negara yang baru itu, kedudukan para pedagang Islam sudah kuat. Mereka tidak hanya berdagang tetapi juga ikut dalam pemerintahan. Mereka ikut menjadi penguasa di kota-kota bandar itu.

Jumlah bandar-bandar itu sungguh banyak, antara lain ialah Samudra Pasai, yang terletak di Aceh Utara, kabupaten Lhok Seumawe sekarang. Di situ ada pedagang Islam yang diangkat menjadi syah bandar atau kepala pelabuhan. Samudra Pasai memang merupakan kerajaan pertama di Indonesia yang rajanya sudah memeluk agama Islam. Itu terjadi pada abad ke-13. Selain itu kerajaan Perlak juga sudah menganut agama Islam. Waktu itu kebetulan ada seorang musafir dari Venesia, Italia yang sedang berlayar dari negeri Cina dan singgah di bandar Perlak pada tahun 1292 M. Musafir itu bernama Marco Polo. Ia menyebut negara

7