gangan bangsa kita pada abad-abad yang lampau itu.
Bahkan hingga dewasa ini banyak di antara kekayaan budaya itu tetap hidup dengan subur dan menjadi penghayatan yang senyata-nyatanya dari sebagian masyarakat bangsa seperti yang kita lihat di pulau Bali, dan daerah atau lingkungan masyarakat bangsa di berbagai tempat. Kesemuanya itu menjadi bukti, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi aspirasi jiwa religius dan menjadi kekayaan budaya yang tiada terperikan makna dan nilainya.
Sekitar abad ke-13 terjadi lagi suasana budaya baru di tanah air kita. Sebagaimana kita ketahui enam abad sebelumnya di negeri Arab telah terjadi peristiwa besar yang mempunyai pengaruh yang luas dan mendasar bagi banyak umat manusia di dunia. Pada abad ke tujuh Nabi Muhammad s.a.w. menerima wahyu Illahi melalui malaikat Jibril yang memberi tuntunan dan pegangan hidup bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Dalam waktu yang secara nisbi tidak terlalu panjang agama Islam telah tersebar, baik di kawasan barat maupun di kawasan timur. Agama Islam telah menjadi ajaran yang dianut oleh jutaan umat di negara-negara Timur Tengah, pantai utara Afrika hingga wilayah Spanyol di daratan Eropa. Agama Islam juga meluas hingga memasuki perbatasan India. Kesemua itu terjadi dalam waktu yang pendek, masih dalam permulaan abad delapan.
Pada abad-abad selanjutnya agama Islam makin luas wilayah penyebarannya, mengikuti jalan perdagangan dan pelayaran selaras dengan kemajuan zaman pada waktu itu. Indonesia sebagai wilayah yang terletak dalam jalur pelayaran dunia niscaya tidak terkecuali. Patut kita ketahui bahwa pada abad-abad itu bangsa yang mendiami wilayah Timur Tengah sudah memiliki armada laut yang besar dan mampu. Sebelum kapal-kapal Eropa berlayar di Lautan Hindia atau Lautan Indonesia, sudah banyak kapal-kapal Timur Tengah yang menyelenggarakan hubungan teratur antara Asia dan Timur Tengah. Tentu saja sifat pelayaran pada jaman itu berbeda dengan jaman sekarang. Pada jaman itu para pelaut masih
harus berlayar dengan kemampuan dan peralatan yang serba terbatas. Mereka berlayar menyusuri pantai dan harus menunggu angin yang tepat.
6