tumbuh dengan penuh rasa, cita dan cipta. Pengetahuan demikian itu dewasa ini dikenal dengan folklore.
Para seniman pada zaman itu menciptakan patung-patung yang menggambarkan atau mewujudkan nenek mo yang. Tumbuhlah suatu sistem pemujaan yang lengkap, dan merupakan kekayaan batin pada masyarakat. Tetapi dunia itu tetap berkembang. Pikiran menjadi maju. Pengetahuan melahirkan kepandaian ataupun ketrampilan. Misalnya ketrampilan membangun kapal-kapal yang mampu melayari lautan yang lebar lagi dalam. Karena kemajuan dunia pelayaran itu, maka bangsa-bangsa saling bertemu pada zaman dahulu. Di Indonesia, bangsa-bangsa India berlayar dan mencapai pantai-pantai tanah air kita. Demikian pula bangsa Indonesia mengarungi samudera dan meraparkan perahu-perahunya di pantai-pantai Asia Tenggara, India sampai ke Madagaskar. Pertemuan antar bangsa, menyebabkan pula pertemuan antar budaya. Terjadi serap menyerap, pinjam meminjamkan dan pengaruh mempengaruhi. Proses itu dinamakan asimilasi ataupun akulturasi, yaitu masuknya unsur-unsur budaya dari luar yang memperkaya perkembangan budaya kita, seolah-olah terjadi perpaduan dan persilangan, perkawinan antara budaya luar itu dengan induk budaya kita sendiri dan terciptalah suatu budaya yang lebih segar, lebih indah dan lebih sesuai dengan tuntutan zaman.
Demikianlah budaya dari India dalam ujudnya sebagai aliran Hindu dan Budha masuk ke persada bumi tanah air kita dan menciptakan suatu budaya baru yang kuat dan lebih menunjukkan rasa religius bangsa dengan lebih jelas dan mantap. Berabad-abad lamanya bangsa Indonesia hidup dalam alam budaya Indonesia – Hindu – Budha, dan budaya tersebut meninggalkan ciri-ciri yang khas pada keseluruhan kepribadian bangsa. Banyak peninggalan-peninggalan budaya yang bercorak material dari alam pikiran Hindu Budha yang dapat kita saksikan seperti bangunan candi yang bertebaran terutama sekali di pulau Jawa dan benda benda lainnya seperti arca-arca yang terdapat di daerah-daerah lainnya. Demikian pula peninggalan-peninggalan yang bercorak spiritual seperti adat istiadat, upacara, dan kekayaan batin lainnya yang dapat ditelisir bahwa hal-hal tersebut berasal dari alam pemikiran semua kepercayaan Hindu Budha masih menjadi pe
5