Lompat ke isi

Halaman:Kitab himpunan perundang undangan negara.pdf/1800

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

ORD. (U) NIKAH ORANG INDONESIA-ASLI KERISTEN DJAWA DLL.


suami atau isteri minta bertjerai itu dan, djika mungkin, pada lawannja (isteri atau suami) jang diadukan, dan pada para oknum jang masuk golongan kaum-keluarga atau kawan-kawan sepergaulan dari suami-isteri itu.
P. 59.
  1. Selama terdjadinja perkara-minta-bertjerai itu, Pengadilan Negeri boleh membebaskan kewadjiban tinggal serumah bagi kedua belah pihak dan pula memerintahkan kepada pihak jang harus berpisah (keluar) dari rumah itu supaja membawa barang-barangnja jang perlu digunakan sehari-hari.
  2. Siisteri berhak menagih pembajaran belandja untuk nafkahnja sebanjak jang telah ditentukan oleh Pengadilan Negeri, belandja mana diwadjibkan kepada sisuami supaja dibajar selama terdjadinja perkara.
P. 60.
  1. Pengadilan Negeri boleh mengambil tindakan-tindakan jang dianggap perlu guna pemeliharaan bagi anak-anak dan untuk memelihara hak-hak suami-isteri atas barang-barang mereka masing-masing dan harta-benda pergabungan mereka, sehingga tindakan-tindakan itu tetap berlaku selama terdjadinja perkara.
  2. Sebelum mengambil keputusan, Pengadilan Negeri harus sedapat mungkin bermusjawarat dengan kaum-keluarga dari suami-isteri dan kepala kampung mereka.
P. 61. Dengan mengetjualikan orang-tua (ibu-bapak) dan anak-anak dari suami-isteri, semua keluarga- sedarah dan keluarga-semenda diperkenankan untuk menjatakan kesaksian dalam perkara, minta bertjerai kawin; mereka tidak boleh minta mengundurkan diri dari pada mendjadi saksi. (RIB 274)
P. 62. Djikalau siisteri, atas permintaan siapa pertjeraian diputuskan, tidak tjukup mempunjai penghasilan untuk nafkah hidupnja, maka Pengadilan Negeri boleh menetapkan baginja pembajaran untuk nafkahnja, pembajaran mana harus diambil dari harta-benda sisuami.
P. 63.
  1. Banjaknja pembajaran nafkah itu ditentukan menurut penghasilan sisuami.
  2. Atas permintaan dari salah satu pihak jang berperkara, Pengadilan Negeri, setelah mendengar bitjara atau memanggil dengan patut pihak lawan berperkara, dapat merubah atau mentjabut keputusannja tentang pembajaran nafkah itu.
P. 64. Kewadjiban untuk memberi (membajar) nafkah berhenti oleh sebab meninggalnja sisuami atau siisteri.

1692

1692