Lompat ke isi

Halaman:Kitab himpunan perundang undangan negara.pdf/1508

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM SIPIL, BUKU KETIGA.


P. 1545. Djikalau suatu barang tertentu, menurut persetudjuan semula, akan ditukarkan, sudah itu barang itu hilang (lenjap) karena sesuatu hal jang bukan dari sebab kesalahan siempunjanja, maka persetudjuan tukar-menukar itu dianggap gugur, dan pihak jang telah menepati apa jang didjandjikan dengan persetudjuan tersebut, bisa menuntut supaja benda jang sudah diberikannja dalam tukar-menukar itu dikembalikan. (1237, 1460)
P. 1546. Untuk selebihnja maka segala peraturan tentang persetudjuan djual-beli dapat berlaku bagi persetudjuan tukar-menukar. (1457 db.)

BAB KETUDJUH

TENTANG SEWA-MENJEWA.

Bagian pertama.

Ketentuan umum.

P. 1547. (Dih. dg. Stbl. 1926 No. 335 jis. 458, 565 dan Stbl. 1927 No.108)
P. 1548. Sewa-menjewa ialah suatu persetudjuan, dengan mana pihak jang satu mengikat diri untuk memberikan kepada pihak jang lain nikmat dari pada suatu benda selama waktu jang ditentukan dan dengan pembajaran harga tertentu, jaitu sewa jang oleh pihak lain diakui akan membajarnja.
Orang bisa menjewakan pelbagai djenis barang, baik benda-tetap, maupun benda-bergerak. (400, 556, 772 db., 823, 827, 1185, 1332, 1532, 1585, 1597, 1959 db.; p. 74 db. ABM.)
P. 1549. (Dih. dg. Stbl. 1926 No. 235 jo. 458)


Bagian kedua.

Tentang hak-hak jang bersekutu dengan hal menjewakan rumah dan tanah.

P. 1550. Dari sebab sifat persetudjuan, dan biarpun tanpa ada djandji jang tertentu, sipenjewakan berkewadjiban:
ke-1. untuk menjerahkan benda jang disewakan kepada sipenjewanja;
ke-2. untuk memelihara benda itu dalam keadaan jang sedemikian rupa, sehingga ia dapat dipergunakan untuk pemakaian jang dihadjatkan dengan penjewaannja;

1400