Lompat ke isi

Halaman:Kitab himpunan perundang undangan negara.pdf/1372

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM SIPIL, BUKU KEDUA.


  1. penetapan, sekalipun buat seumumnia, untuk pemberian hadiah kepada keluarga-sedarah sampai dengan deradjat keempat dari sipewasiat, djika kiranja simati itu tidak meninggalkan ahli-waris dalam garis lurus; ketjuali kalau orang jang diberi hadiah dengan penetapan itu, termasuk bilangan ahli-waris sendiri. (911, 1681)

P. 907. Notaris jang membikin akta testamen dan para saksi jang hadir pada waktu testamen itu dibikin tidak diperbolehkan menerima warisan jang diberikan kepada mereka menurut bunji testamen itu. (911, 938 db., 944, 953, 1681; Rn. 21)

P. 908. Djikalau orang-tua (ibu-bapak) ada meninggalkan anak-sah dan djuga anak-alami tetapi diakui menurut hukum, maka anak jang tersebut belakangan ini tidak boleh menerima warisan lebih dari apa jang ditetapkan baginja dalam bab kedua belas buku ini. (280 db., 862 db., 911, 916, 1681)

P. 909. Lelaki atau perenipuan jang telah bermukah (berzinah dengan perempuanЛlelaki jang mempunjai isteri/suami) dan kawan berzinah mereka masing-masing jang satu dari jang lain bertimbal balik tiadalah boleh menikmati keuntungan sedikitpun dari testamen mereka masing-masing, asal sadja perzinahan mereka itu sebelum pewasiat mati telah ternjata dari ponis hakim jang telah pasti (tak dapat dirubah lagi). (911, 1681; Ras 83, 334, 402)

P. 910. (Dih. dg. Stbl. 1872/11 jis. 1915/299 dan 642) P. 911. Sesuatu testamen jang dibuat untuk keuntungan seseorang jang takwasa menerima warisan, adalah batal, sekalipun apabila pemberian warisan dengan testamen itu sekiranja tertaruh diatas nama seorang orang perantara.
Jang dipandang selaku orang perantara itu ialah bapak dan ibu dari sitakwasa, sekalian anakaja dan keturunan anak-anaknja dan isteri atau suaminja. (183 db., 1681, 1921; F 44)

P. 912. Barangsiapa telah dihukum oleh sebab telah membunuh sipeninggalkan warisan, atau telah menggelapkan, memusnahkan atau memalsukan testamen sipewasiat, atau barangsiapa dengan paksa atau dengan perbuatan-perbuatan kekerasan mengalangi sipewasiat akan menarik kembali atau mengganti testamennja, tiadalah boleh menikmati sesuatu keuntungan dari testamen itu, djuga :steri atau suami ataupun anak-anaknja tidak dibolehkan menerima warisan dari sipewasiat. (838, 1688 ke-2)

1264