Lompat ke isi

Halaman:Kitab himpunan perundang undangan negara.pdf/137

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

PERINTJIAN MANIFESTO POLITIK.


lazimnja dinamakan demokrasi " . (hal . 50) . „ Tuntutan-tuntutan Rakjat Indonesia adalah demikian djugalah!" (hal. 50).
Dasar dan Tudjuan dari pada Revolusi , seperti didjelaskan diatas, tidak boleh diamendemen atau dimodulir.

(5) TENTANG MUSUH-MUSUH REVOLUSI INDONESIA.

Mengenai musuh-musuh jang sebenarnja dari Revolusi Indonesia adalah sangat penting, agar djangan sampai mudah didjadikan teman dan teman didjadikan lawan dalam revolusi . Semangat dari pada Manifesto Politik ialah semangat melawan imperialisme disemua lapangan . Djadi tidak disangsikan lagi, bahwa musuh Revolusi Indonesia adalah imperialisme.

Dalam Manifesto Politik djelas dinjatakan, bahwa kita melawan imperialis Belanda karena imperialis ini mendjadjah Irian Barat. Djelas djuga dinjatakan, bahwa „ Pengambilan-alih perusahaan- perusahaan Belanda dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat adalah satu langkah jang amat penting sekali. Tetapi belum semua modal Belanda diambil-alih, belum semua perusahaan Belanda dinasionalisir. Padahal sikap Belanda dalam hal Irian Barat tetap membandel !" dan bahwa „ djika Belanda dalam soal Irian Barat tetap membandel, djika mereka dalam persoalan claim nasional kita tetap berkepala batu, maka semua modal Belanda, termasuk jang berada dalam perusahaan-perusahaan tjampuran, akan habis-tamat riwajatnja sama sekali dibumi Indonesia !" (hal. 65).

Musuh Revolusi Indonesia bukan hanja imperialis Belanda , tetapi djuga imperialis- imperialis lain jang mentjoba-tjoba memperdajakan Republik Indonesia, jang membantu kaum kontra-revolusioner dan mendjalankan sabotase.

Tentang ini dikatakan dalam Manifesto Politik: ,,Terhadap modal asing jang bukan Belanda ditegaskan bahwa mereka harus mentaati ketentuan ketentuan Republik. Djangan mereka mendjalankan peranan jang negatif. Djangan mereka mentjoba-tjoba memperdajakan Republik. Djangan mereka membantu gelap-gelapan kepada kontra-revolusi, djangan mereka mendjalankan sabotase-sabotase ekonomi" (hal . 65) . Djadi imperialis mana sadja jang mentjoba-tjoba memperdajakan Republik, jang membantu kontra-revolusi atau mendjalankan sabotase-sabotase ekonomi adalah musuh-musuh Rakjat Indonesia.

Dalam Manifesto Politik djuga didjelaskan sebagai musuh-musuh Rakjat Indonesia termasuk golongan-golongan blandis, golongan-golongan reformis, golongan-golongan konservatif, golongan-golongan kontra revolusioner, golongan-golongan bunglon dan tjutjunguk" (halaman 31 ).

33

925/B.P. -3