Halaman ini tervalidasi
KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM SIPIL, BUKU PERTAMA.
BAB KETUDJUH BELAS.
TENTANG PENGAMPUAN (KURATEL).
BAB KETUDJUH BELAS.
TENTANG PENGAMPUAN (KURATEL).
(Berlaku bagi seluruh bangsa-bangsa Timur Asing).
P. 433. Orang jang telah tjukup umur (akil-balir atau dewasa) jang senantiasa berada dalam keadaan berpenjakit djiwa jang merupakan dengu, gila atau sarsaran mesti ditempatkan dibawah pengampuan, walaupun ia sekali-sekali dapat menggunakan pikiran waras.
Seseorang jang telah tjukup umur boleh djuga ditempatkan dibawah pengampuan oleh sebab berkelakuan boros sangat. (456 db., 460, 462, 895, 1006, 1330)
P. 434. Setiap keluarga-sedarah berhak mengemukakan permohonan supaja sanaknja ditempatkan dibawah-pengampuan djika sanaknja itu dengu, gila atau sarsaran.
Oleh sebab pemborosan sangat, pengampuan itu hanjalah dapat dipohonkan oleh keluarga-sedarah dalam garis lurus, dan oleh keluarga sedarah dalam garis simpang sampai dengan deradjat keempat.
Oleh salah satu sebab tersebut, suami boleh minta penempatan di bawah pengampuan bagi isterinja, demikian djuga isteri bagi suaminja.
Barangsiapa merasa sendiri telah berkelemahan daja sehingga tiada sanggup mengurus kepentingan sendiri dengan sepatutnja, boleh meminta supaja ia ditempatkan dibawah pengampuan (114, 290 db., 445; RIB. 229 db.)
P. 435. Djikalau, dalam hal sarsaran, pengampuan tidak diminta oleh orang-orang tersebut dalam pasai diatas ini tadi, maka pedjabat penuntut umum berkewadjiban untuk itu.
Dalam hal dengu atau gila, djuga oleh pedjabat penuntut umum boleh dituntut penempatan dibawah pengampuan bagi diri seseorang jang tiada mempunjai isteri atau suami ataupun keluarga-sedarahnja jang terkenal di Indonesia.
P. 436. Segala permohonan untuk penempatan dibawah pengampuan mesti dimasukkan kepada Rad Djustisi dalam daerah hukum mana orang jang dipohonkan itu berkediaman. (17 db.)
P. 437. Kelakuan-kelakuan jang menjatakan kedenguan, kegilaan kesarsaran atau keborosan itu, mesti dengan tjara tertentu betul-betul disebut dalam surat permohonan itu dan dilampirkan pada surat itu surat-surat bukti dan pertelaan nama saksi-saksı. (440, 456 db., 1909, 1914)
1198