Lompat ke isi

Halaman:Ki Dorna alias Kombayana.pdf/19

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

17

Sebentar sadja Kombayana lalu djadi terkenal diantara penduduk Djatironggeh dan lain-lain desa diseputarnja, sebagai seorang pandita jang banjak ilmunja, suka memberikan tumbal, djampe dan obat-obatan kepada orang sakit. la mendirikan tempat pertapa'an dipinggir hutan, dimana dulu ia djatuh terhantar dalam kesengsara'an, jang oleh karena disitu ada tumbuh berdjedjer lima batang puhun soka, maka pertapa'an, itu ia kasih nama pertapa'an Sokalima, dan ia sendiri lalu ganti nama Bagawan Sokalima atau Ki Danghiang Dorna.

IV.

Pedepokannja Pandita Dorna di Sokalima telah berobah bukan lagi gubuk jang atapnja daon alang-alang, hanja sekarang telah indah dan mentereng, oleh karena sudah mendjadi sebuah asrama perguruan jang besar dan tersohor kemana-mana, anak-anak muridnja banjak, semuanja kaum satriya, putranja radja-radja jangkaja raja.

Itu semua bukan terdjadi atas maunja sendiri, hanja memang didajakan oleh sang pandita jang pandai itu. Bermula kedjadian pada suatu hari ia sedang berdjalan dengan tungkat dan tasbehnja jang tiada pernah ketinggalan, ia menampak ada banjak sekali anak-anak sedang berkrumun dipinggirnja sumur Djalatunda, sama memandang kedalamnja sumur tuwa jang heibat itu, ada jang diam mengelah napas, ada jang gelisah, ada jang marah-marah berdjalan hilir-mudik tiada berhentinja.

Menilik dari pakean dan gerak kelakuannja, mereka adalah anak-anak satriya jang berderadjat. Memang demikian, karena mereka itu bukan lain dari para putra negeri Hastinapura, anak-anak turunan dari bangsa Kuru jang agung dan terkenal kegagahannja, kulawarga besar jang ditakuti oleh suku lain dan radja-radja dari banjak negeri, hingga sudah beberapa turunan