Lompat ke isi

Halaman:Ki Dorna alias Kombayana.pdf/14

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

12

"O djadi memang begitulah tabeatmu, Kombayana, selamanja dan setindak-tanduknja menerbitkan kebentjian sadja". Harya Gandamana berseruh seraja menghampiri dan Kombayana lalu ditangkap pula, ditempilingi, didupaki, kemudian lalu dibanting, hingga kembali pandita muda itu telah pingsan tiada ingat diri.

Mendapat silirannja angin, Kombayana tersedar, dan sembari memandang Gandamana dengan sorot mata menghina ia berkata:

"Apatah sematjam ini kelakuannja seorang jang disohorkan gagah perkasa? Sudah tahu orang tiada bisa membalas karena sedang luka dan sakit, tapi terus dikaniaja, maka ingatlah Gandamana, nanti pada suatu hari sebelumnja njawamu ditjabut oleh Yamadipati, kau akan menerima pembalasanku, menerima pukulan dari tanganku sendiri".

Gandamana ketawa bekakakan, tapi mengandung rasa marah jang bukan main besarnja. Ia datang menghampiri pula dengan tindakan perlahan dan lambat-lambat, seraja meremas-remas tangannja sendiri, sedang giginja bertjatruk-tjatruk, setelah dekat Kombayana lalu ditangkap lagi, tangannja dipoklek-poklek, sehingga putus tulangnja.

"Inikah tangan jang hendak balas memukul kepadaku"? kata ia dengan rupa jang heibat sekali.

Kombayana pingsan oleh karena tiada tahan sakitnja, tapi setelah tersedar, kembali ia berkata:

"Perbuatanmu tjuma mengundjuk pengetjut dan ketjurangan sadja, Gandamana, lantaran kau takut betul-betul tangan ini nanti melakukan pembalasan atas dirimu. Tapi aku tetapkan, kendati tanganku sudah kau rusakkan begini toh nanti akan dapat menjampaikan djuga djandji dan sumpahku tadi".

Gandamana sudah tiada kuwat menahan lagi kegusarannja, dadanja seakan-akan meledak, maka sembari mengembuskan napas sebagai banteng kena luka, ia lalu menerkam tubuhnja Kombayana, diangkat dan disabetkan kesana-kemari, hingga