Halaman:Kami Perkenalkan (1954).pdf/128

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca


SAID BAHREISJ

Dilahirkan di : Surabaja pada tanggal 2 Djuli 1906.

Pendidikan : ---.---

Anggota partai : Partai Nasional Indonesia (P.N.I.)

Keduduk un sekarang : Anggota Dewan Perwakilan Rakjat.

Pekerdjaan dan peng-

alaman jg. lampau : didalam masjarakat ia banjak bergerak dalam lapangan perdagangan selaku pedagang. Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan kemudian dengan lahirnja Negara Republik Indonesia Serikat, sebagai anggota D.P.R. R.I.S. wakil dari Djawa Timur. Disamping itu ia pernah pula mendjadi anggota D.P.R. Kota Malang dan anggota D.P.R. Djawa Timur. Terwudjudnja Negara Kesatuan kembali, sebagai anggota D.P.R. R.I.


SAKIRMAN. Ir.

Dilahirkan di : Wonosobo, Djawa-Tengah pada tanggal 11 Oktober 1911.

Pendidikan : Technische-Hogeschool Bandung tahun 1939.

Anggota partai : Partai Kominis Indonesia (P.K.I.)

Kedudukan sekarang : Anggota Dewan Perwakilan Rakjat.

Pekerdjaan dan peng-

alaman jg. lampau : sedjak tahun 1931 hingga 1942, ia bekerdja selaku Kepala Sekolah Tehnik Menengah Bandung. Diwaktu pendudukan Djepang. bekerdja pada Departemen Economische Zaken, kemudian pada Djawa Hokokai. Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia aktip dalam angkatan bersendjata Republik Indonesia, kemudian sebagai Djenderal Majoor Tentara Nasional Indonesia. Lahirnja Negara R.I.S. ia diangkat sebagai anggota D.P. R. R.I.S. Terwudjudnja Negara Kesatuan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950, sebagai anggota D.P.R. R.I.


SALEH UMAR. Mohamad

Dilahirkan di : Pangkalan Brandan, Sumatera-Timur pada tanggal 29 Maret 1909.

Pendidikan : Pesantren Sekolah Menengah Agama di Tandjung Pura.

Anggota partai : Partai Nasional Indonesia (P.N.I.)

Kedudukan sekarang : Anggota Dewan Perwakilan Rakjat.

Pekerdjaan dan peng-

alaman jg. lampau : sedjak tahun 1924 hingga 1925, ia bergerak dalam kewartawanan. Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, maka waktu petjahnja agresi ke-1 tentara Belanda ia memimpin Harian ,,Mimbar Umum" di Tebing Tinggi. Kemudian, diangkat sebagai Wakil Residen untuk Sumatera Timur. Setelah penjerahan Kedaulatan, oleh pemerintah R.I. ia ditawan dan baru dibebaskan kembali pada bulan Djuli 1952. Dengan keluarnja dari tawanan, terus mendjadi anggota D.P.R. R.I. Pergerakan : ia banjak mentjurahkan tenaganja dalam lapangan organisasi Rakjat dan Perdjuangan Kemerdekaan hingga ber-kali² ia harus keluar masuk tahanan.


116