— 108 —
„He, apa soenggoe?" menanja Tio Beng dengen heran. „Tjara bagimana kaoe bisa taoe It Kie Tho boewat samentara waktoe tida aken berlaloe dari sini?"
„Soeda pasti sadja It Kie Tho tida ada berlaloe dari sini dengen lekas, sebab iapoenja hasil hasil perampokan, akoe rasa ia simpen di Sam-houw-kong jang letaknja kira-kira tiga lie dari sini."
„Bagimana kaoe bisa mendoega begitoe?" menanja lagi Tio Beng.
„Sebab akoe sering liat ia pergi ka sana," saoet Ong Lo Han, „dan blakangan, kira-kira doewa hari berselang, akoe denger bebrapa toekang ikan tjerita, katanja itoe orang ada It Kie Tho, rampok jang lakoeken banjak perampokan dan pemboenoehan di iboe kota. Soeda doewa kali akoe pergi ka sana boewat mentjari di mana tempatnja It Kie Tho simpen ia poenja barang-barang rampasan, tapi tida berhasil, kerna akoe senantiasa begitoe katakoetan kena dipergokin."
⁂
Kita tjoba tengok pada It Kie Tho jang tjeboerken diri ka dalem aernja itoe telaga, sasoedanja ia bernang dan saloeloep doewa lie djaoenja, ia bisa menjamperin satoe praoe ikan kapoenjahannja Tjia Bie Koen, tapi lantaran tida sari-sarinja ia balik poelang begitoe sore, semoea anak praoe djadi heran dan menanjaken katerangan. It Kie Tho kasi taoe apa jang telah terdjadi, kamoedian pesen soepaja iaorang soeka serepin kabar ka mana itoe orang-orang jang mengedjar padanja soeda pergi.
Di pagi jang berikoetnja itoe bebrapa toekang ikan pergi menjelidikin, tapi lantaran Ong Lo Han soeka adjak pendoedoek jang berdekatan bersakong-