Lompat ke isi

Halaman:Istana Kumala Putih Jilid 3.pdf/7

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

“Kim Houw! Apa kau masih kenali aku?” bentak Ciok Goan Hong.

“Paman Ciok!” Kim Houw memberi hormat. “Houw-jie selamanya tidak akan melupakan budi kebaikan keluarga Ciok terhadap diri Houw-jie !”

“Kau kata tidak melupakan budi kebaikan keluarga Ciok, hm! Mengapa kau menganjuri Touw Peng Peng berlaku kurang ajar kepada anakku ?”

Kegagalan Ciok Goan Hong, bagi Kim Houw dahulu sudah merupakan soal biasa. Tapi kali ini adalah lain, Meski ia masih merasakan sedikit takut, tapi ia yang dilahirkan dengan sifat tidak kenal takut, maka berontaklah hatinya.

“Paman Ciok, mengapa paman menuduh secara membabi buta ?” ia menambah.

“Baik Sekarang aku tanya padamu, tahukah bahwa Touw Peng Peng itu ada bakal menantuku ?”

6