menanya pada diri sendiri: “Peng-moy, benarkah kau sudah mati? Itu paman Ciok yang terkutuk, ia mungkin menjumpai kau ! Kau toh pernah mengatakan sendiri bahwa kau hendak menunggu sampai aku kembali.......!”
Belum puas ia mengoceh sendiri, dari luar goa tampak dua bayangan, satu tinggi dansatu pendek. Ketika Kim Houw menegasi ternyata adalah orang hutan betina dengan anaknya, Ditangan orang hutan betina ada membawa buah-buahan dan waktu ia lihat Kim Houw sudah mendusin, lantas letaklah buah-buahannya dan berlutut didepannya, kemudian berseja sampai dua kali. Kim Houw diam-diam merasa heran. Pikirnya tempo hari kau bersoja kepadaku, karena aku menolong jiwaku, mengapa menjura kepadaku ?
“Mengapa kau bersoja kepaku ?” demikian ia menanyanya.
Orang hutan itu menunjuk ikat pinggang “urat naga” dipinggangnya Kim Houw sambil cecuitan.