Lompat ke isi

Halaman:Istana Kumala Putih Jilid 3.pdf/22

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

sarang di badannya Kim Houw, hingga bocah itu terlempar satu tumbak lebih jauhnya. Untung badannya masih memakai baju kaju wasiat, meski kena dihajar, tidak terluka. Ia juga tidak bermaksud melarikan diri, maka begitu bangun ia lantas nyeruduk lagi kepada Goan Hong.

Ciok Goan Hong tetap berdiri dengan tenang, wajahnya mengunjukkan sipat kekejaman dan kelicinannya.

“Buk !” kali ini kakinya San Hua Sian Lie Houw dibikin yang menendang, kembali Kim jumpalitan seperti orang yang sedang main akrobat. Jatuhnya berat, tapi Kim Houw dengan menahan segala rasa sakitnya, coba merangkak bangun lagi.

“Bila Bwek, kau bunuhlah aku saja! Aku tidak nanti takut mati... Perkataan “mati” baru saja keluar dari mulutnya tiba-tiba ia ingat perkataannya Touw Peng Peng: “Kematian ada yang dipandang enteng seperti bulu ayam, tapi ada yang dipandang serta gunung Thaysan, sekali-kali jangan

21