Halaman ini telah diuji baca
Ia tundukkan kepala seperti sedang berpikir keras, tapi juga seperti tengah mencari-cari senjata apa yang cocok untuk dipakai.
Tiba-tiba menampak Kim Coa Nio-nio berdiri disamping dengan Kim Houw, ikat pinggang Kim Houw tengah mengeluarkan sinar dan benda itu telah menarik perhatiannya.
“Baiklah! Imam palsu sekarang hendak menggunakan ikat pinggangnya saja, untuk main-main dengan kau bocah cilik yang baru datang ke istana ini !” demikian katanya sembari membuka ikat pinggangnya.
(BERSAMBUNG JILID 3)