“Apa itu nyali Bak-tah segala? Aku justru tidak percaya, coba lantas bisa ketahuan!” Kim Coa Nio-nio tiba-tiba berseru.
Sang Kie-su meski dikejutkan oleh penemuannya tentang nyali ular Bak-tah itu, namun juga cuma berdasarkan atas pengalaman dan pendengarannya saja, sehingga tidak mempunyai pegangan yang pasti tentang kebenarannya. Karena tahu bahwa dalam gagang tongkatnya Kim Coa Nio-nio itu ada tersimpan ular emas sangat berbisa, ia juga kepingin membuktikan sendiri, maka ia lantas buru-buru serahkan ikat pinggang urat naga itu, kepadanya.
Kim Coa Nio-nio menyabuti, tapi nampaknya acuh tak acuh,, lantas barang itu diletakkan diatas kepala tongkatnya, tangan kanannya membuka pesawat rahasianya, kepala tongkat kelihatan terbuka sedikit, mulutnya Kim Coa Nio-nio kelihatan meniup-niup.
47