goa buntu. Cuma dari bawahnya goa, ada beberapa lobang kecil yang menembus siliran angin. Hingga Kim Houw sampai menggigil dan lantas lari keluar.
San Hua Sian Lie dan sebelah tokoh dunia persilatan lainya, dengan mata tidak terkesiap menjaga dipintu masuk dari istana bagian belakang, sampaipun Hay Lam Siang Loay yang bertugas mencari barang makanan juga tidak mau berlalu. Tapi mereka tidak usah menunggu lama, hanya menunggu satu hari saja akhirnya mereka telah mendapat lihat setitik sinar sedang bergerak.
Si Kacung baju merah dan Kim Coa Nio telah berteriak dengan berbareng karena mata mereka yang paling tajam.
“Astaga! bocah itu benar-benar ada pelindungnya, ia ternyata tidak binasa. ....!”
“Hai dia malah membawa barang apa itu? agaknya seperti satu guci arak !”
“Apa? Guci arak ?” si Imam palsu dan Lui Kong berseru berbareng.
38