sudah menolong jiwaku, bahkan ia sudah memberikan aku benda-benda wasiat yang tak ternilai harganya ini.
Entah berapa lama sang tempo sudah berlalu, Kim Houw baru sadar dari lamunannya. Ia merasakan tangan dan kakinya sedikit kaku tanpa disadari kakinya sudah menginjak halimun tipis tadi, terus berjalan masuk ke dalam istana Kong Han Kiong.
Setelah berada di dalam istana itu, matanya segera terbelalak karena pemandangan yang terbentang di depan matanya, yaitu lima buah peti mati yang berbaris di tengah-tengah ruangan. Peti mati itu bukan terbikin dari kayu biasa melainkan dari bahan putih bening seperti kaca di dalam peti terbaring lima jenazah seorang laki-laki, yang lainnya semua orang perempuan semua mengenakan pakaian model kuno.
Kim Houw memeriksa satu persatu, makin melihat makin heran, karena diwajahnya setiap
35