tumbuh mendjadi suatu kota pelabuhan ketjil. Setelah 1910 perhatian Belanda semakin besar terhadap Irian Barat (Belanda menjebutnja NieuwGuinea). Dalam tahun 1923 Nieuw-Guinea mendjadi bagian dari suatu residentie (keresidenan) dibawah seorang resident jang berkedudukan di Ambon.
Di Manokwari dan di Fak-Fak ditempatkan seorang assistent resident jang mewakili afdeling Nieuw-Guinea jaitu bagian Utara dari Irian Barat dan bagian Barat dari Irian Barat, sedang Nieuw-Guinea bagian Selatan dimasukkan kedalam afdeling Tual, dan assistent residentnja berkedudu- kan di Kepulauan Kai dan Aru. Pada tahun 1923 oleh para pengusaha Belanda didirikan Komite Nieuw-Guinea jang bertudjuan untuk menjeli- diki kekajaan alam di Irian Barat, agar dipertimbangkan kemungkinan exploitasi dan kolonisasi.
Dalam tahun 1935 oleh Komite Nieuw-Guinea diandjurkan kepada pengusaha untuk mentjari sumber minjak dan emas dengan membajangkan kemungkinan akan diberikan konsessi-konsessi jang luas. Andjuran ini disambut dengan baik oleh Maskapai Minjak „NNGPM" jang berhasil menemukan minjak di Sorong. (NNGPM = Nederlands Nieuw Guinea Petroleum Maatschappy).
Setelah Perang Dunia ke II Irian Barat didjadikan suatu Residentie tersendiri, jang dibagi mendjadi 4 afdeling, masing-masing dibawah oleh seorang assistent resident.
Afdeling Irian Barat, bagian Utara.
Afdeling Irian Barat, bagian Barat.
Afdeling Irian Barat bagian Selatan.
Afdeling Irian Barat bagian Tengah.
Sedang Japen dan Biak masing-masing mendjadi satu onderafdeling jang dipimpin oleh seorang controleur. Sesuai dengan perkembangan, Pamong Pradja Belanda makin diperluas. Dalam tahun 1920 Irian Barat didjadikan satu keresidenan. Akan tetapi setelah seluruh dunia mengalami krisis ekonomi sebagai akibat Perang Dunia ke I, kegiatan pemerintahan merosot.
Jang ditempatkan mendjadi pegawai disana, ialah tenaga-tenaga jang terkena hukuman administratip ditempat lain, oleh karenanja pemerintahan mendjadi terlantar. Hal ini berlangsung sampai kira-kira 1930. Ketika itu nampak gedjala-gedjala bahwa Djepang menaruh perhatian kepada Irian. Hal ini menjadarkan Hindia Belanda untuk mengintensipkan kegiatannja di Irian Barat. Pos-pos pemerintahan ditambah, antara lain didaerah Danau Paniai. Selain bangsa Belanda, bangsa Amerikapun menaruh perhatian
kepada alam Irian Barat. Suatu expedisi ilmiah dibawah pimpinan
20