Lompat ke isi

Halaman:Irian Barat dari masa ke masa.pdf/75

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

kekuatan jang besar dilaut. Hal ini mungkin, karena adanja sungai Brantas dan pengalaman berlajar jang diwarisinja dari Kediri dan Singasari, dua keradjaan di Djawa Timur jang mendahului Modjopahit. Di Tjanggu dan Sedaju didirikan pangkalan untuk menguasai lalulintas disepandjang sungai Brantas dan Bengawan.

Dari kedua pangkalan inilah dikembangkan pelajaran di laut. Kalau Sriwidjaja hanja berkuasa dilaut, Modjopahit menguasai daratan maupun lautan. Maka dibawah pimpinan Perdana Menteri Gadjah Mada, seorang militer dan negarawan, Modjopahit mentjapai puntjak kedjajaan. Pudjangga dan achli sedjarah Prapantja memberikan gambaran jang djelas tentang masa kedjajaan itu. Dalam buku Negarakertagama beliau membuat daftar dari daerah-daerah Nusantara jang telah dipersatukan dibawah pandji-pandji Modjopahit. Irian adalah daerah jang Kedelapan menurut daftar itu. Jang djelas disebut antara lain Wanin dan Seran, menurut para achli jang dimaksud tidak lain daripada Onin didaerah Teluk Bintuni dan Kawiai sekarang, disebelah selatan dari Onin. Hasil-hasil dari daerah ini seperti

rempah-rempah, bulu burung Tjenderawasih jang indah itu mempunjai daja tarik jang kuat bagi semua pengundjung-pengundjung. Kembali lagi masa Modjopahit itu memperkuat kejakinan kita, bahwa memang sebelum pendjadjahan Irian Barat adalah sebagian dari Kesatuan Indonesia.

1.4. Masa Ternate Dan Tidore.

Hukum sedjarah telah menentukan bahwa setiap keradjaan mengalami masa tumbuh, masa djaja, masa kemunduran dan achirnja djatuh. Demikian djuga halnja dengan Keradjaan Modjopahit. Suatu kekuatan baru timbul di Indonesia jaitu Islam. Sendi-sendi Pemerintahan Modjopahit jang bertjorak Hindu telah mulai usang karena tidak ada pembaharuan. Karena itu penduduk Indonesia, terutama jang dipesisir pada umumnja lebih madju berpikir dari pada dipedalaman, karena banjak bergaul dengan pendatang-pendatang.

Pengaruh dari luar lebih lekas mereka tangkap. Demikianlah setelah pedagang-pedagang Islam memperkenalkan djuga agamanja, penduduk dipesisir lekas tertarik kepada adjaran jang baru ini. Mereka inilah jang kemudian turut melemahkan kedudukan pemerintahan Modjopahit, jang dari dirinja sudah bertambah lemah karena perang saudara. Pusat perniagaan internasional ketika itu di Asia Tenggara adalah Malaka di Semenandjung Melaju. Karena itu Malaka djugalah jang mendjadi pusat Islam sampai tahun 1511 .

Akan tetapi mendjelang achir abad ke 15 agama Islam sudah tersebar luas di Kepulauan Indonesia. Ke Ternate sendiri agama Islam telah sampai dalam tahun 1440. Sebelum tahun 1500 di Maluku sudah terdapat negara-negara Islam jang ketjil, jaitu Djailolo, Ternate, Tidore dan Batjan jang

kesemuanja terletak dekat Halmahera dan mempunjai pengikut banjak

14