Lompat ke isi

Halaman:Irian Barat dari masa ke masa.pdf/66

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Uraian sedjarah jang sesungguhnja baru dimulai dalam Bab I jang berdjudul: Irian Barat Sebelum Proklamasi. Uraian dalam bab ini menggambarkan, bahwa Irian Barat mengalami masa-masa jang hampir sama dengan bagian-bagian Indonesia lainnja, hanja fase-fase pertumbuhan di Irian Barat lebih lambat djalannja, terutama karena letaknja jang terpentjil dari lalu lintas peradaban dimasa lampau. Letak jang terisolir itu menjebabkan hanja bagian pesisir jang disentuh oleh peradaban internasional. Tetapi kontak kebudajaan itu djelas ada, mulai dari prasedjarah sampai pada masa kemerdekaan dan jang membawa pengaruh luar kesana terutama Bangsa Indonesia dari bagian Barat dan Timur kepulauan Indonesia.

Bab ini djuga menjingkapkan bahwa semendjak purbakala rakjat Indonesia dibagian Barat dan Timur pada umumnja mempunjai kesamaan Hasib, sama-sama pernah mengalami masa kemerdekaan dibawah kerajaan-keradjaan Nasional, sama-sama pernah didjadjah oleh bangsa-bangsa jang sama pula. Sama-sama berhasil membebaskan diri dari pendjadjahan. Seluruh sedjarah dari bangsa Indonesia dari Barat sampai ke Timur itu, sama-sama berthemakan Amanat Penderitaan Rakjat.

Djelaslah dalam Bab ini, bahwa seluruh rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, ditindjau dari sudut sedjarah, senasib dan sependeritaan. Djelas pulalah, bahwa Irian Barat adalah bagian jang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia.

Dalam Bab II diuraikan mengenai: Perdjuangan Kemerdekaan dari sedjak Proklamasi tahun 1945 sampai ke Persetudjuan New York tahun 1962. Masa ini adalah masa perdjuangan bangsa Indonesia dibidang bersendjata. Disini kelihatan betapa gigihnja bangsa Indonesia memperdjuangkan haknja, walaupun banjak bangsa-bangsa Barat bersimpati kepada Belanda dan turut menentang tuntutan bangsa Indonesia. Tetapi karena sifat "pantang menjerah dan pantang mundur" dari diplomat-diplomat kita dimedja perundingan, baik langsung menghadapi Belanda maupun diforum PBB dan djuga karena heroisme dari pradjurit-pradjurit kita dimedan perang, jang disokong pula oleh seluruh rakjat Indonesia jang bertekad bulat serta mendapat bantuan moril dari bangsa-bangsa Asia-Afrika, achirnja kemerdekaan Indonesia mendapat pengakuan setelah KMB.

Akan tetapi mengenai Irian Barat masih akan diselesaikan lagi statusnja setahun setelah persetudjuan KMB. Setelah ternjata Belanda mentjoba dengan tipu muslihat untuk mendjadikan Irian Barat miliknja, bangsa Indonesia mengerahkan kembali segala potensinja untuk memasukkan Irian Barat kedalam Wilajah Republik Indonesia. Semangat Proklamasi bergelora

kembali. Bangsa Indonesia achirnja memperkuat tuntutannja dengan perdjuangan bersendjata. TRIKORA dan Operasi Djajawidjaja mendjadi bukti

5