hidup berbagai djenis binatang air jang dapat didjadikan tambahan makanan manusia.
Djenis-djenis kaju jang baik untuk industri tersedia dihutan-hutan dalam djumlah jang besar, tidak terbatas. Dapatlah disimpulkan, bahwa alam Irian Barat kaja-raja dengan bahan keperluan manusia. Akan tetapi exploitasi masih kurang, usaha pengolahan masih sedikit. Karena apa ?. Hal ini tak lain karena kesanggupan bangsa kita masih terbatas.
2. Situasi Demografis.
Menurut perkiraan, penduduk Irian Barat kira-kira 1.000.000 (satu djuta) orang, diantaranja banjak jang belum tertjatat, karena tempat tinggalnja belum diketahui. Dengan penduduk jang sedjumlah itu terdapat kira-kira 200 suku bangsa jang hidup terpisah-pisah satu sama lain oleh karena keadaan alamaja dan bahasa jang berbeda-beda.
Penduduk jang diketahui terutama jang tinggal dipesisir, dipulau-pulau, di Lembah Balim, disekitar danau-danau Paniai dan beberapa tempat lainnja. Penduduk banjak jang masih belum mempunjai tempat tinggal jang tetap, masih banjak jang hidup dengan berpindah-pindah (nomade) sambil mentjari hasil dengan perburuan, penangkapan ikan, mengumpulkan sagu dan buah- buahan dari hutan.
Jang agak lebih madju mempunjai tempat tinggal jang tetap dan mengusahakan pertanian serta peternakan babi dengan tjara jang masih sangat sederhana. Jang mereka tanam adalah berbagai djenis ubi, tales, pi- sang dan lain-lain. Tatapi masjarakat mereka dan ekonominja masih tertutup. Hutan-hutan jang lebat, pegunungan-pegunungan jang tinggi, rawa-rawa jang luas dan sungai-sungai jang deras serta banjak riamnja, merupakan penghalang jang sukar untuk ditembus. Oleh karena itu penduduk dipedalaman telah berabad-abad lamanja hidup terpentjil. Hubungan antar suku djuga sukar karena hambatan alam.
Isolasi jang lama inilah menjebabkan mereka tidak dapat mengikuti perkembangan diluar daerahnja masing-masing. Keadaan terisolir dan keadaan sosial-ekonomi jang masih buruk tentu mempunjai pengaruh jang buruk pula kepada kesedjahteraan mereka. Pemeliharaan kesehatan kurang sama sekali, banjak penduduk jang menderita penjakit malaria, beri-beri, frambusia (patek), tjatjingan, T.B.C. dan sebagainja. Angka kematian dikalangan baji-baji besar sekali. Laki-laki jang dewasa banjak meninggal, karena terbunuh dalam perang antar suku jang sering terdjadi.
Faktor-faktor ini menjebabkan pertambahan penduduk sangat lambat. Kehidupan manusia alam memang sulit untuk berkembang. Banjak jang masih hidup di Zaman Batu. Mereka masih mempergunakan alat-alat dari
batu, karena belum mengenal besi. Taraf kemadjuan penduduk didaerah
3