Lompat ke isi

Halaman:Irian Barat dari masa ke masa.pdf/63

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

lumnja dan tidak terlepas dari sedjarah TNI dan sedjarah Nasional Indonesia.

Sedjarah itu adalah suatu kontinuitas, suatu kisah pertumbuhan dan rangkaian kedjadian jang djalin-mendjalin terus menerus. Keadaan sekarang adalah landjutan dari kedjadian-kedjadian dimasa lampau, dan keadaan masa depan berakar pada masa sekarang. Kedjadian dan kehadiran KODAM XVII/TJENDERAWASIH akan mendjadi lebih djelas kita pahami, djika mengetahui hubungan-hubungannja dengan masa silam. Oleh karena itu didalam buku ini kami menjingkap djuga sedikit tentang sebelum kelahiran KODAM XVII/TJENDERAWASIH.

Oleh karena djalannja sedjarah sedikit banjaknja dipengaruhi djuga oleh keadaan alam, penduduk dan letak wilajahnja, maka uraian mengenai sedjarah didahului oleh suatu gambaran mengenai situasi geografis, demografis dan strategis.

1. Situasi Geografis. Kita senantiasa mengatakan, bahwa wilajah Republik Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, jaitu dari udjung Utara Sumatera sampai keudjung Selatan Irian Barat. Untuk menjadari sungguh-sungguh arti dari garis Sabang Merauke itu, kita sedapat mungkin harus mengenal segala wilajah jang berporos kepada garis itu. Dibawah ini kami akan mengemukakan beberapa hal untuk mengenal Irian Barat. Disebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik jang sangat luas itu, disebelah Selatan pantainja dibasahi oleh Samudera Indonesia. Dari udjung Barat sampai keudjung Timur terbentang daratan sepandjang lebih kurang 1.200 km, dan dari pantai Utara kepantai Selatan terdapat garis lebar jang terpandjang jaitu lebih kurang 730 km, pada garis perbatasan dengan Irian Timur. Luas seluruhnja lebih kurang 416.000 km² atau kurang lebih tiga kali luas pulau Djawa.

Ditanah jang luas itu terdapat keadaan tanah jang berbeda-beda : rawa-rawa, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan jang mempunjai puntjak-puntjak jang bersaldju abadi, hutan-hutan jang lebat, tidak dapat ditembusi oleh sinar matahari dari atas, tetapi dari bawah ditembusi oleh sungai-sungai besar dan ketjil. Didalam hutan ini tertimbun tanah humus jang tebal sekali, tetapi ditepi pantai terdapat banjak rawa, tanah kapur dan batu karang.

Karena perbedaan alamnja terdapat djuga perbedaan iklim, perbedaan flora dan fauna (tumbuh-tumbuhan dan margasatwa). Djenis-djenis flora dan fauna itu mengagumkan bagi pentjinta alam, terutama keindahan berdjenis-djenis burung. Diduga bahwa didalam tanah terdapat banjak bahan-bahan tambang berdasarkan penjelidikan-penjelidikan sementara.

Dilaut sekitarnja, didanau-danau dan sungai-sungai jang banjak djumlahnja,

2