1 Kapal Komando. 2 Kapal Perusak. 4 Kapal MTB. 4 Kapal Fregat/Korvet 13 Kapal Buru/Selam 4 Kapal penjapu randjau
8. Komando Divisi II dengan bantuan :
1 Bataljon Panser. 2 Brigada Para. 1 Bataljon Artileri. 1 Brigade KKO PASRAT 45 dibantu oleh JON 509/ BRAWIDJAJA dan 1 Kompi Tank . 1 Brigade TJADUAD.
Tudjuan dari gerakan pasukan adalah Biak dengan Sorong sebagai tjadangan, bila dipandang perlu akan diteruskan ke Kotabaru.
Serangan tjadangan ke Sorong bernama „Kuda Sembrani" sedang penerusan serangan ke Kotabaru disebut „Bimo".
9. Perintah-Perintah Operasi (PO).
Oleh Komando Mandala dikeluarkan Perintah-perintah Operasi sebagai berikut :
a. PO Djajawidjaja 1, tanggal 19 Djuli 1962 Nomor. 9/PO/ SR/7/ 1962 untuk mentjapai keunggulan diudara.
b. PO Djajawidjaja 2, tanggal 20 Djuli 1962 Nomor. 10/PO/ SR/7/ 1962 untuk merebut Biak melalui udara, laut dan darat.
c. PO Djajawidjaja 3, tanggal 20 Djuli 1962 Nomor. 11/PO/ SR/7/ 1962 untuk sesudah Biak dilandjutkan dengan perebutan Hollandia (Sekarang Djajapura).
d. PO Djajawidjaja 4, tanggal 20 Djuli 1962 Nomor. 12/PO/ SR/7/1962 chusus untuk merebut Hollandia oleh Tank Force Para II (Gatot Katja).
e. PO Sembrani, tanggal 20 Djuli 1962 Nomor 13/PO/SR/ 7/1962 jang merupakan alternate plan, bila merebut sasaran Biak tak berhasil.
f. PO Radjawali, tanggal 26 Djuli 1962 Nomor. 14/PO/SR/7/1962 jakni untuk mendrop unsur-unsur perhubungan guna melantjarkan komunikasi antara pasukan-pasukan didaratan Irian Barat dengan
pasukan Komando Depan Mandala.
64