Lompat ke isi

Halaman:Horison 08 1980.pdf/19

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

SAJAK

Pengantar :

Di bulan Juli tahun ini saya menyertai serangkaian konpe- tensi mengenai identita sejarah dam identita budaya, dikuitkan ngan permasalahan hari depan nrasa lampan, serta perkembang- an perekonomian, yang diadakan di Durango iColorado, Ameri- ka Serikat) dan di Mexico City, Meksiko. Dalam suatu pertemu- an pada suatu hari di Durango seorang peserta dari Turki, Abi- din Dino; seorang pelukis teman Picasso almarhum, menyurith thacakan sebuah salinan ke bahasa Inggeris sebuah sajak karang- an seorang “dervish’? Turki di abad ke-13. Pembaca sajak terse- but, seorang wanita Amerika, dan banyak peserta lain mengucur- kan air mata, setelah sajak ‘itu selesai dibacukannya. Mungkin arena suasana konperensi yang mouyentuh kondisi manusia telah menciptakan iklim yang emosional demikian, maka banyak pe- serta merasa amat terharu mendengar sajak tersebut. Kemudian saya minta pada Abidin sajak-sajak Jain, yang dikarang oleh penyair Turki Yunus Emre ini di abad ke-t3. Abidin memberi- tan beberapa padaku yang telah selesai diterjemahkan teman- temannya di Faris, dan selama aku dalam perjalanan, aku salin pula ke bahasa Indonesia.

SAJAK-SAJAK YUNUS EMRE

1. Aku melangkah, merah membara, merah’ membara Dan mati berlumuran darah oleb cinta Tak lagi bijaksana, tak lagi kesetanan Libatlah apa yang dilakukan cinta padaku Terkadang bertiup bagai angin bergantian Melikuk-likuk bergantian bagai jalanku Terkadang wengalir cepat bagai anak air di gunung Sedang hatiku berlumur darah dari lukanya Yeringat pada Syekh-ku. aku menangis Lihatlah apa yang dilakukan cinta padaku Peganglah tangan ini agar aku dapat berdiri "Atau bersedialah membagi dirimu untukku. Buatlab aku tertawa yang telah menangis ferlahe banyak Lihatlah apa yang dilakukan cinta padaku Kini aku berkelana dari negeri ke negeri Berbicara padamu setiap aku berkata Siapa yang merasa dukeku Lihatlah apa yang dilakukan cinta padaku Aku telah jadi Si Gita, si Edan berkelana Dalam mimpi aku metihat kekasihku Dar terventak bangun amat kesakitan Lihatlah apa yang dilakukan cinta padaku Aku Yunus, papa dan penuh kebingungan Luka dan nanar seluruh tubuhku Aku berkefana jauh dari rumah kawanku Lihaflah apa yang dilakukan cinta padaku

Pal

% 8 ©

YUNUS EMRE (TURK

Pelukis Abidin Dino telah memberikan dua skhetsanya untuk Inenemani sajak-sajak penyair sebangsunya ini. Sebuah pobon kayu tua yang digambarckan ketika kami bersama-suma mela- wat ke Mesa Verde di Colorado, dan gambar Yunws Emre se- bagai yang dilihat batinnya. Dan dia menulis padaku dari Paris barulbaru ini: ”...... Turki menghapi xeadaan sulit, seorang temanku telah terbunuh baru-baru ini. Tetupi kita udaluh opti- mis, karena bangsa kita selalu berhasil menemukan penyelesai- un dalam keadagn yang paling buruk sehatipun. Kit semua tseluruh dunia) lagi mencari harmoni buru. Hubungan kebuda- yaan antara bangsadbangsa .akan dapat membantu usaha ini. Indonesia {bangsa besar dengan sejarah besar) harus lebih di- kenat di Turki, dan Turki harus lebih dikenal di Indonesia.”

Demikianlah sajak-sajak Yunus Emre kami sampaikun pada jpembaca, untuk mengenal Turki lebih baik. Pada Abidin Dioo tami mengucapkan banyak terima kasih untuk sketsa skelsanya.

mochtar Jubis

2. Aku memsanjat pohon Aku duduk mengunyah buah anggur Merah padam amarah yang punya kebun berianya Mengapa engkau kunyah kacangku ? Akibatya perutku jadi mulas Dan aku mercerca kebun Lalu datang tukang pikul dan bertanya paduke Di mana puteriku yang engkav curi? ‘Ke dalam periuk kumasukkan tanah liat Dan kupasang agar dimasak angin Utara Pada setiap orang yang bertanya apa yang ku masak Kusuruh cicip rebusanku Pada tukang tenua kubawakan benarg Tak diguiungnya jadi bola Cepat-cepat dia minta tagi Biar dia datang sendiri mengambil kainny+ Di punggung empatpuluh keledai : Ku muatkan sayap burung gereja Dua eker sapi menariknya Tak berdaya dia tetap tegak di sana. Kemudian seekor lalat menubruk seeker clang Dan melemparkannya ke tanah Aku bukan pendusta dan semua. ini berar Dengan mataku kulihat debv naik

HORISON / XV / 271