Halaman ini telah diuji baca
Sebab telah menjelma sebuah sajak sebuah syair diikuti
oleh syair lain
Suara yang sejajar dengan hujan air mata dan kata-kata
Kata-kata yang tak serupa yang lain, namun bahkan yang ini
hanya punya tujuan tunggal: Kau!
Juan Ramon Jimenes :
KENANGAN
Sebatang sungai mengalir di kedalaman
jiwaku, meruntuhkanku.
Aku hampir tidak mampu mempertahankan
tenagaku. Bahkan bintang-bintang
mengkhianatiku; sama sekali tak ada
yang di atasku. banya di bawahku, jauh di kedalaman...
Aku kini? aku akan!
Aku akan - menjelma riak
di sungai kenangan...
Bersamamu, air mengalir!
HORISON/XVIII/247-