tahun, scbagian ditawarkan oleh penerbit sebagai uang- muka dari honorariummja, sebagian berupa pemberian Dewan Kesenian, akan mendjadi anugrah bagi sipenga-rang jang memerlukan kebebasan tertentu dari urusan se-hari*, agar dihasilkannja karja se-baik’nja. Bidang lain jang akan diperhatikan Dewan Kesenian jalah soal hak-tjipta, Suatu sub-komite telah didirikanguna menindjau hal isi dari segi hukum, dan dalam bulan April telah diadakan konperensi dengan wakil*? dari fihak* jang bersangkutan, guna membitjarakan masalahHak-Pindjam Umum jang hangat itu, Bila satu buku di-pindjamkan sampai 200 kali oleh Perpustakaan umum, maka pengarang beseria penerbitnja menganggap tak adil bahwa mereka masih hanja menerima rojalti untuk buku jang sebuah itu sadja — sedjumlah satu shilling sampai 2s. 6d. Tak ada partai politik jang mau membenarkan bahwa sipemindjam harus membajar langsung: perpustakaan jang memindjamkan buku dengan tjuma? itu mesti tetap bebas. Namun ada djuga tjara? jang dipakai di Swedia dan Denmark, jaitu minta pembajaran tak Jang-sung kepada publik, hinggamemungkinkan para penga- fang memperoleh uang-djasa jang lumajan untuk kesenangan jang mereka berikan kepada pembatja*. Mudah?an sekedar rentjana jang demikian itu akan dilaksanakan disini.
Dari segi hukum pula akan kami tindjau beberapa bentuk perpandjangan waktu mengenai pembajaran hak tjipta; dalam hal itu akan diadakan dana demi kepenfingan pengarang* jang masih hidup, Padjak penghasilan pengarang djuga akan diselidiki, Pengarang tak »nengharap supaja diperlakukan dengan istimewa; 1: pi sifa karja* mereka, jaitu honorarium jang riskan dan tak menentu besarnja, sungguhlah menimbulkan sara1 bahwa mereka berhak»menerima perlakuan jang berlaiaan dari
Sebagian dari masarakat umum mungkin (dan telab ternjata) menganut djalan pikiran bahwa djika orang tak bisa hidup dari wlisanoja, hendaknja dia mentjari pekerdjaan Jain; djika sebagian besar rakjat lebih suka Bingo dari pada buku, mengapa kita mesti mengadakan subsidi untuk kesusasteraan 7? Djawabnja tentu amat mudah, Sesuatu zaman dikenan dan dinilai lebih banjak berkat kesusasteraannja dari pada berdasarkan hal* Jainnja daJam perikehidupannja, Dan jang lebih mentjolok lagi, pengarang bertugas mengasuh bahasa kita, memperkokoh nilai? peradaban serta memperbesar daja-chajal (imagination) orang? sezaman. ,,Dimana tak ada daja-chajal, disitu bangsa akan musnah”, Pekerdjaan mereka adalah penting, maka pada pengarang? kita Jang baik hendaknja kita buatkan keadaan* jang lajak, agar ia dapat melakukannja.
Dalam tugasnja itu Seksi Kesusasteraan telah diperkuat oleh sokongan Nona Jennie Lee (menteri Kesenian) dan ketua Dewan Kesenian Lord Goodman serta terangsang oleh antusiasme mereka, Adalah hari bahagia bagi para pengarang, bila fungsi mereka dimasjarakat di- akui setjara resmi, dan hal ini mungkin menimbulkan kritik se-tadjam*nja dari masjarakat itu. Nasehat jang oleh Seksi Kesusasteraan disampaikan kepada Dewan Kese- nian itu mungkin sekali akan membuahkan sebuah piagam baru bagi lapangan pekerdjaan kita.
HORISON / 154