Jam ?-Hari sudah gelap. Karena hu- djan gerimis, hari jang sudah mulai gelap itu nampaknja lebih tjepat mendjadi gelap. Kata gerimis" bitjara sendiri. Karena bunjinja, karena asosiasi jang ditimbulkan aja Kelam", mengapa tidak gelap" jang sama artinja? Karena ada beda antara keduanja. Kelam" lebih merdu bunjinja, lebih sesuai dengan suasana djiwa orang bertjinta, meskipun tjintanja itu tidak ber- balas. Kelepak elang menjinggung muram", Betapa tepat kata kelepak" menirukan bunji elang mengepakkan sajap dan sekali lagi kelam" mendapat artinja, dikuatkan oleh kata muram", jang menimbulkan asosiasi suram. Seluruh frase kelepak elang menjinggung muram" adalah ungka- pan puitis jang chas penemuan penjair dan artinja harus dirasakan dengan seluruh intuisi. Demikian pun kalimat berikutnja: desir hari lari berenang menemu budjuk pangkal akanan". Setjara prosais orang akan mengatakan: Hari jang mendesir lalu seolah menjongsong masa depan jang me- manggil. Tapi Chairil tidak memerlukan begitu banjak kata2. Tiap katanja mempu- nja daja gugah jang gaib. Dan hari malam jang gelap dan laut tenang dikatakan pula dengan chas tjara penjair: dan kini tanah dan air tidur hi- lang ombak". Ja, tanah dan air tidur, tiada sesuatu jang bergerak, ombak pun hilang. Dan satu demi jang lain saling menjusul tiada tersadari, hingga penjair tidak merasa perlu menaruh koma antara air tidur dan bilang ombak", Meskipun sadjak ini hasil pengalaman Chairil, kita tidak merasa, bahwa pengs- laman ini hanja pengalaman Chairil sadja. Chairil telah mengangkat pengalamannja pribadi ketingkat universil, ketingkat umum jang bisa dirasakan oleh semua orang bagai pengalamannja sendiri, Keuniversilam itu ditjapainja dengan seninja, dengan puisi. H. B. JASSIN Djakarta, 28 Djuli 1966 (Sambungan dari hal. 125)
― Mengakukah kau sekarang, bahwa jang banjak tertawa dan bergurau itu, dialah jang berpikiran sehat dan tadjam pandangannja?
Masih djuga dia menundjukkan kesombongannja dengan mengatakan bahwa itu hanja kebetulan sadja. Tapi si Lulu menjaksikan sendiri, bahwa akulah jang paling sehat berpikir. Kembali isteriku menjalahkan, karena aku katanja menjembunjikan pendapatku jang sebenarnja dan membiarkan dia pergi kian-kemari berputar-putar tak keruan dengan si Salim, dan katanja sengadja aku bikin dia tjape, sedang aku bersenang-senang sendiri.
― Supaja mendjadi peladjaran bagimu. Bukan sudah kukatakan bahwa pendidikan- mu masih sangat kurang sekali?
Semua ribut dan protes kepadaku.
Tetapi ini bagi pembatja sedikitpun tidak penting.
Terdjemahan: ALI AUDAH
,,MEMBANGUN KEMBALI PIKIRAN AGAMA DALAM ISLAM :
Buku bermutu dan luarbiasa dalam membitjarakan masalah²
agama, filsafat dan kebudajaan dari segi pengertian² intelektual.
Terdjemahan:
ALI AUDAH
TAUFIQ ISMAIL
GOENAWAN MOHAMAD
disertai kata pengantar oleh ALI AUDAH, tebal + 200 hal. Omslag
Integralband jang kuat dan indah.
Harga Kertas HHI (sampul biru tua).
Kertas Koran (hidjau metalik).
Rp. 50,- (ub)
Rp. 45,- (ub)
Pesanan melalui pos tertjata: tambah ongkos pak/kirim 15% !
TINTANAS
Kramat Raja 60 - Djakarta
Telp. 46186
SIMPOSION BAHASA DAN KESUSASTRAAN INDONESIA Dengan mengambil titik tolak semangat Sumpah Pemuda, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan Direktorat Djendral Kebudajaan Departemen P. dan K. bersama dengan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, IKIP Djakarta dan KASI Djaja, mengadjak masjarakat untuk mengikuti : Simposion Bahasa dan Kesusastraan Indonesia pada tanggal 25, 26, 27 dan 28 Oktober 1966 diaula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, djl. Salemba 4 Djakarta. Simposion ini akan membahas persoalan penelitian bahasa serta penelitian kesusastraan jang mentjakup teori sastra dan kritik sastra dalam ketiga ragamnja, jaitu penelitian tjerita rekaan (prose fiction), puisi dan drama. Disamping itu akan dibahas pula persoalan pengadjaran bahasa dan kesu- sastraan Indonesia disekolah-sekolah. Pada tanggal 29 Oktober 1966, akan dibuka patheran pustaka bahasa dan kesusastraan Indo- nesia bertempat di Kantor Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, djl. Diponegoro 82 Djakarta. Pameran ini bermaksud memperkenalkan kepada masjarakat chazanah kita dalam bidang bahasa dan kesusastraan dan djuga bertudjuan merangsang aktifitas jang kreatif dari masjarakat dalam bidang batjaan dan penulisan. Djakarta, 11 Oktober 1966 Lembaga Bahasa dan Kesusastraan Pd. Kepala (Dra. Nj. S. W. Rudjiati Muljadi) HORISON/127