isme Kesusasteraan. Sebab kesusasteraan senantiasa menuntut dikembalikannja kesatuan fenomenologis bentuk isi jang telah diuraikan.
Bentuk adalah tjara dan isi adalah tudjuan. Machiavelisme menjepak tjara untuk menggapai tudjuan, bersikap atjuh tak atjuh terhadap bentuk demi mempertontonkan isi.
Memburu tudjuan setjara setjepatnja sambil tidak mempedulikan tjara-tjara mentjapainja dalam bentuknja jang lebih besar sama sadja dengan pemusnahan manusia kini untuk membangunkan sebuah Sorga dibumi kelak. Ja, /machiavelisme kesusasteraan adalah pendjatuhan thermonuklir ke dalam diri kesusuteraan dengan berpengharapan bahwa dari puing-puing kesusasteraan baru
Barangkali memang demikian : akan lahir suatu kesusasteraan baru. Tapi saja kira tak mungkinlah kita menjalibkan kesusasteraan sembari sementara itu mengumumkan bahwa kesusteraan jang masih hidup, bukan kesusteraan boneka. Ini bukan sekedar moraliter tetapi jang lebih penting lagi ialah bahwa ini adalah suatu pertanda kekalahan algodjo. Bagi kesusasteraan jang hampir mati akan selalu timbul Renaissance. Dan Rannaissance itu pada hakikatnja ialah suatu revolite, suatu pemberontakan melawan penindasan, penindasan jang hampir mematikan kesusateraan itu sendiri ,,demi suatu kesusateraan baru.
Kesusteraan senantiasa akan melawan dengan kebangkitan jang revolusioner sesaat sebelum ia dikalahkan. Dan ia tak akan bisa dikalahkan ***
| Sebuah gambar seharusnya muncul pada posisi ini dalam naskah. Untuk menggunakan keseluruhan pindaian halaman sebagai penampung, sunting halaman ini dan ganti "{{gambar hilang}}" dengan "{{raw image|Horison 03 1966.pdf/5}}". Sebaliknya, jika Anda mampu untuk menyediakan gambarnya, maka lakukanlah. Untuk panduan, lihat Wikisource:Pedoman gambar dan Bantuan:Menambah gambar. |
Beredar bulan Oktober 1966
TIRANI
kumpulan sadjak Taufiq Ismail
Sebuah himpunan puisi perdjuangan Angkatan 66 jang bangkit melawan tirani, jang merupakan karja sastra kebangkitan generasi muda meruntukan kezaliman, ketidak-adilan dan kemaksiatan.
Didalamnja direkam kegemuruhan perlawanan angkatan ini, anekaragam emosi rakjat Indonesia jang adalah djustra emosi generasi muda sendiri ;. sengsara pandjang dan kepedihan bertahun2, derita penekanan dibawah kibaran slogan dan suara pidato hampa, kegelisahan tjemas-harap jang suram dibawah mendung putus-asa, panas terik demonstrasi jang dibajangi sankur terbuka, tersungkurnja Arif, Zubaidah dan korban2 lainnja, duka nestapa penguburan djenazah, keberanian dan ketabahan tak tertundukan semuanja ......
Vignet2 oleh Zaini, hiasan kulit Djufri Tannisan. Tebal 32 halaman.
Diterbitkan oleh Birpen KAMI Pusat, Djakarta.
HORISON / 69