I
Didjalan-djalan Kota telah tumbuh anak-anak bagai suburnja rerumputan
Hidup dari kenjataan jang berkembang Karena kehendak alam
Lahir ditepian djalan jang memandjang: Ketika hari telah malam
Ketika pagi: dengen sambutan kitjau burung, mandi mutiara embun
Atau disembunjian menghindari bara sinar matahari jang memanggang kulit-bumi
Wahai, anak-anak jang menerima derita menerima segala kekurangan
Ibu-ibu telah menampilkan kehendek nafsu Iaki-laki jang memburu
Dan telah mengendapkan kepasrahan dan kekalahan perempuan
Disaksikan guguran dedaunan dan bunga sedap malam
Disaksikan seluruh alam, O, ja telah merintih dipuntjak kesakitan
Memusatkan segala pikiran, tenaga dan seluruh kehidupan
Dan mendekatkan dirinja pada rachmat, kasih sajang kepada jang -berkuasa
la berdoa dengan kata-kata jang lahir dari pusat batinnja
Kebesaran dan Kemurahan itulah utjapan pemula doa
Seperti kewadjaran orang hidup jang ingat djundjungannja
Didjalan-djalan kota telah tumbuh anak-anak bagai suburnja rerumputan
Bagai tjendawan dimusim hudjan kata orang jeng tahu bebasan
O, kesabaran telah memandikan tubwh dari djaga kesehatan
Adakah perhitungam memelihara resep kedokteran?
Padamu hanja sesobek kain jang ditemukan dikotak-kotak pembuangan
Untuk membalut kulit jang hitam, sekedar menghindarkan kedinginan
Sekedar memberi tanda anak manusia. jang dipelihara dengan segala kepahitan.
II
Didjalan-djalan kota telah tumbuh auak-agak bagai suburnja rerumputan
Anak-anak jang dewasa karena tempat kemiskinan dan tempaan kehidupan
Adalah buah jang matang sebelum waktunja memiku tanggung djawab
Memikul beban seribu matjam kesulitan dan seribu matjam sebab
Wahai, mimpinja sepiring nasi dan tempat tinggal tjukup hangat
Didjalan-djalan kota telah tumbuh anak-anak bagai suburnja rerumputan
Anak-anak jang memenuhi hidup didjalan-djalan terbesar di Ibu-kota
Memenuhi hidup didjantungnja keramaian kota Surakarta, menjebar dilorong-lorong
Dikota-kota: Surabaja, Semarang dan Jogjakarta. Di Bandung dam dimana sadja
Adalah angin bertiup jang menampar lembah. Adalah badai dalam hudjan
Adalah radjawali melebar sajap menentang alam, menandingi antjaman
Didjalan-djalan kota telah tumbuh anak-anak bagai suburnja rerumputan
Njanjimu adalah harapan. hak hidup, dan hari depan
Nianjimu adalah seluruh suara jang berkumandang
Suara Kejakinan menolak putus-asa
Suara orang-orang jang pundaknja dibebani derita dan ketjemasan
Wahai, akan tampil lagi seribu, sedjuta, O entah berapa jang tertjita
Padamu akan tampil inti-derita jang menuniut keadilan
HORISON / 25
