Lompat ke isi

Halaman:Hong Sin (Feng Shen) Penganugerahan Malaikat - Jilid 11.pdf/45

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Ngo kong lalu berdiri di dekat Lie Ceng dengan wajah penuh kemurkaan. Semêntara Lie Ceng tercengang melihat kegaiban itu, sekian lamanya ia berdiri menjublak dengan tak tahu apa yang hendak di perbuatnya.

― Hèngtiang, mengapa bisa terjadi peristiwa seperti ini? Menegur Lie Ceng kepada saudara sèperguruannya setelah sekian lama berdiri dalam kebingungan.

― Hmm . . . bocah durhaka dan kejam inilah pembuat gara² !

Dan dengan penuh kemurkaan Ngokong menceritakan apa yang terjadi di depan pintu Po Tek Bun. Bagaimana ia di hajar, di siksa dan di cabuti sisik sisiknya sehingga dengan terpaksa mengikuti sampai ke Tan Tongkoan ini.

Akhir kisah Ngo Kong dengan mendesis geram mengancam.

― Hiante kau tèlah melahirkan seorang anak yang benar benar kejam, jahat dan sadis tiada terperikan.

Aku akan mengadukan kepada Su Hay Liongong ( empat raja naga laut yaitu utara, selatan, barat dan timur ) untuk mengadukan bersama sama peristiwa ini di istana Leng Siauw Thian. Aku mau tahu bagaimana perkara ini penyelesaiannya !

Sehabis meninggalkan kata ancaman naga raja-

45