sekarang, tidak banyak berobah.
Setelah mengatur napas, Piau-sia uya berkata: „Ih-tio, bocah ini bertingkah disini! Kuminta dia pergi sebaliknya malah memukul aku.”
„Apakah paman Lu?” seru Hong-thian-lui, "aku tidak pukul mereka, justeru mereka yang memukul aku!”
„Siapa kau?” suara Lu Tang-wan serak berat.
Hong-thian-lui baru sadar bahwa dia belum memperkenalkan diri, setelah berapa tahun, jelas Lu Tang-wan tidak mengenalnya lagi. Dapat ia berkata: „Aku Ling Tiat-wi, ayah ada kirim surat untuk paman. Sengaja aku diutus kemari menyampaikan selamat ulang tahun kepada kau orang tua.”
Lu Tang-wan tertegun sebentar sambil mengerut alis, tiba-tiba ia berkakakan katanya: „O, kiranya kau adalah Tiat-wi. Ini betul-betul. salah paham belaka. Mari bicara dalam saja."
43