Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/62

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


BAB IX.

TENTANG ADPIS-ADPIS YANG DIBERIKAN

OLEH SENAT BERDASARKAN PASAL 123 (2)

DARI KONSTITUSI.

Pasal 97.

(1) Usul-usul dari anggota-anggota untuk memberikan nasehat, sebagai terrnaksud dalam pasal 123(2) dari Konstitusi, disampaikan dengan tertulis kepada Ketua.

(2) Sesuatu usul sebagai termaksud dalam ayat pertama, disertai suatu pcnjelasan dan harus ditanda-tangani oleh sekurang-kurangnya tiga anggota.

Pasal 98.

Pasal-pasal 80 s/d 92 berlaku pula bagi usul-usul sebagai termaksud dalam ayat pertama dari pasal yang di muka.

BAB X.

TENTANG HAK INTERPELASI DAN

HAK MENANYAKAN.

Pasal 99.

(1) Sekurang-kurangnya tiga anggota dapat mengajukan usul kepada Senat untuk minta keterangan kepada seorang atau lebih Menteri mengenai suatu soal yang tidak termasuk acara.

(2) Sesuatu usul yang dimaksud dalam ayat pertama harus disusun dengan singkat dan tegas dan harus disampaikan dengan tulisan kcpada Ketua; usul itu harus ditanda-tangani oleh yang mengusulkannya.

Pasal 100.

(1) Apabila Senat mencrima usul sebagaimana dimaksud dalam pasal yang di muka, maka Senat merictapkan hari, pada waktu mana pertanyaan-pertanyaan itu akan diajukan; penetapan ini dapat pula diserahkan kepada Ketua.

(2) Kemudian Menteri (2) yang bersangkutan dipersilahkan hadir dalam rapat pada hari yang ditentukan itu.

58