Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/520

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif

Pasal 123.

(1) Usul Rancangan Undang-undang yang diajukan oleh para Anggota DPR berdasarkan pasal 21 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945, yang selanjutnya disebut usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif harus disertai penjelasan tertulis dan ditandatangani oleh sekurangkurangnya 25 (dua puluh lima) orang Anggota yang tidak hanya terdiri dari satu Fraksi

(2) Tiap-tiap pengajuan usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif sebagaimana · dimaksud dalam ayat ( 1) pasal ini diajukan kepada Pimpinan DPR dengan surat pengantar clan daftar tandatangan para Pengusul serta nama Fraksinya,

(3) Dalam Rapat Paripurna berikutnya Pimpinan DPR memberitahukan kepada para Anggota tentang masuknya usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif.

(4) Usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dibagikan kepada para Anggota.

(5) Dalam Rapat Badan Musyawarah kepada Pengusul diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan dan pada usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif tersebut. Kemudian kepada para Anggota Badan Musyawarah diberi kesempatan untuk mengadakan tanya jawab dengan Pengusul.

(6) Rapat Paripurna memutuskan apakah usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif tersebut sccara prinsip dapat diterima menjadi Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif DPR atau tidak. Keputusan tersebut diambil setelah kepada Pengusul diberi kesempatan memberi penjelasan dan kepada Fraksi-Fraksi memberikan pendapatnya.

(7) Apabila usul Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) pasal ini telah diputuskan menjadi Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif DPR, maka DPR menugaskan kepada Komisi, Gabungan Komisi atau Panitia Khusus yang dibentuk untuk membahas dan menyelesaikan Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif tersebut.

(8) Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif DPR sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) pasal ini, disampaikan oleh Pimpinan DPR kepada Presiden dengan permintaan agar Presiden menunjuk Menteri yang akan mewakili Pemerintah dalam melakukan pernbahasan Rancangan Undang-undang tersebut bersama-sama DPR.

524