Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/390

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


rapat memberitahukan kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat tentang masuknya Rancangan Undang-undang tersebut.

Pasal 97.

(1) Jika suatu Rancangan Undang-undang dan suatu Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif mengenai persoalan yang sama diterima oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan sama-sama belum diacarakan maka Badan Musyawarah menentukan Rantangan Undang-undang mana yang dijadikan pokok dan Rancangan Undang-undang yang mana dianggap sebagai bahan pelengkap setelah pembicaraan tingkat II

(2) Jika salah satu diantara dua Rancangan Undang-undang yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini telah memasuki pembicaraan tingkat I, maka Rancangan Undang-undang yang lain dianggap sebagai bahan pelengkap.

Pasal 98.

Rancangan Undang-undang yang disampaikan oleh Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat dapat ditarik kembali oleh Pemerintah sebelum memasuki pembicaraan tingkat IV.

Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif.

Pasal 99.

( 1) Rancangan Undang-undang yang diajukan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan pasal 21 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 harus disertai memori penjelasan dan ditandatangani oleh Sekurang-kurangnya 30 ( tiga puluh) orang anggota terdiri dari satu Fraksi.

(2) Tiap-tiap pengajuan Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini harus diajukan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dengan surat pengantar dan daftar tanda tangan para Pengusul serta nama Fraksinya.

(3) Dalam rapat Pleno berikutnya Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat memberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat tentang masuknya Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif tersebut.

( 4) Rancangan Undang-undang Usul Inisiatif dimaksud setelah oleh Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat diberi nomor pokok diperbanyak dan dibagikan kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan disampaikan kepada Pemerintah.

(5) Dalam rapat Badan Musyawarah kepada para pengusul diberi

398