Halaman:Himpunan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1984).pdf/131

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


sebelum diambil keputusan terakhir, kecuali jika Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan untuk mengambil keputusan tanpa mengadakan perundingan lagi.

(4) Apabila, sebagai akibat yang ditetapkan dalam ayat 2 dan 3, diadakan lagi perubahan-perubahan, maka pengambilan keputusan terakhir diundurkan lagi sampai rapat yang berikut. Perundingan baru tidak diadakan lagi.

Pasal 89.

(1) Sebagai akibat perubahan-perubahan yang telah diterima dalam perundingan tentang sesuatu rancangan undang-undang, maka Ketua Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan perubahan-perubahan nomor urut pasal-pasal/bagian-bagian, demikian pula perubahan-perubahan dalam penunjukan nomor pasal-pasal/bagian-bagian lain, sebagai akibat perubahan tadi.

(2) Oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dapat pula diadakan perubahan-perubahan kecil lain yang bersifat tehnis perundang-undangan dan perlu untuk memberi bentuk/rumusan sebagaimana mestinya bari rancangan undang-undang yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

§ 6. Menganjurkan seseorang

Pasal 90.

(1) Apabila oleh undang-undang ditentukan, bahwa Dewan Perwakilan Rakyat diwajibkan mengajukan anjuran calon untuk mengisi sesuatu jabatan yang lowong, maka bagi anjuran dan pemilihan calon itu berlaku ketentuan-ketentuan yang termuat dalam Bab I § 2 mengenai pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Dewan Perwakilan Rakyat dapat memutuskan cara yang lain, asal tidak melanggar sifat rahasia dari pemungutan suara mengenai calon.

Pasal 91.

Anjuran yang termuat dalam pasal 90 oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat disampaikan dengan tertulis kepada Presiden, dengan disertai pemberitaan mengenai pemilihan calon-calon.

§ 7. Usul pernyataan-pendapat dan usul-usul lain.

Pasal 92

(1) Sekurang-kurangnya sepuluh orang anggota dapat mengajukan

130