Lompat ke isi

Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/19

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

— 15 —

tan kapadakoe dengan lantaran menikah, dan ija lamar saorang dari antara kamoe bertiga aken djadi istrinja sendiri. Akoe haroes kabarken djoega padamoe, bahoewa dija itoe saorang jang bertoeboeh koerang tinggi, dan roepanja tiada manis. Ija ada berädat keras, dan djarang bisa tinggal sabar, kaloe bitjaranja dibantah orang. Lain dari bagitoe, ija soedah beroesia banjak. Sekarang biarlah angkaoe tjoba ingat, anak-anakkoe! bagimana soesahnja pikirankoe di ini tempo, dan brilah atoeran padakoe ini, soepaja akoe boleh terlepas dari ini kasoekaran. Sedikitpoen akoe tiada hendak paksa padamoe; maka biarlah angkaoe bilang padakoe dengan teroes-terang, bagimana adanja pikiranmoe atas hal ini. Haroeslah djoega angkaoe taoe, bahoewa diantara aki-mojangnja SIOK LIANG GIT itoe ada banjak keizer dan radja, dan dija itoe satoe toeroenan kanan dari baginda SENGTONG jang djadi pokonja kaoem SIANG."

Tempo GAN itoe soedah berkata demikian, ija poenja tiga anak memandang satoe pada lain, sakoetika lamanja. Tempo anak jang paling ketjil, TIEN TJAIJ namanja, soedah melihat, jang soedara-soedaranja tinggal berdiam sadja, ija lantas berkata: „Saja nanti menoeroet pada kahendakmoe, ajahkoe! dan saja nanti kawin sama itoe orang toewa jang tadi ajah seboetken. Saja ada sadia aken mendjoendjoeng dengan hormat sekalian perintahmoe."

„Ja, anakkoe jang amat baik," sahoet ajah itoe: „kaoe nanti menikah pada itoe radja-moeda. Akoe kenal kabaktian dan kategoehan hatimoe. Kaoe nanti terbitken rasa beroentoeng di dalam hati soewamimoe dan mendatangken kasenangan pada hati sendiri."

Hal nikah itoe lantas ditantoeken dan sigralah djoega dirajaken. Sasoedahnja menikah, istri jang moeda itoe pergi dengan diïdsinken oleh soewaminja ka goenoeng Nikioe;