Lompat ke isi

Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/17

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

— 13 —

noeroet namanja ija poenja karadjaän jang doeloe. Di dalam tempo jang 644 tahon lamanja, sekalian keizer di Ta­nah-Tjina ada toeroenan dari ini kaoem SIANG. Satoe dari antara keizer-keizer ini — jaitoe keizer jang kadoewa, kaloe teritoeng dari jang pengabisan — ada ampoenja tiga poetra: jang paling toewa bernama BI TJOE KEE, jang kadoewa bernama BI SOE IAN dan jang paling moeda berna­ma TIOE. Ini poetra jang paling moeda, diangkat orang djadi pengganti ajahnja di atas tachta, dengan melangkahi soedara toewa jang doewa itoe, oleh kerna soedara-soedara itoe boekan terlahir oleh permesoeri pangkat pertama.

Pada tempo soedah terangkat ka atas tachta, baginda keizer TIOE itoe tida berlakoe baik. Ija poenja perboewatan jang kedjam, dan lain-lain perboewatan djelek ada bagitoe banjak, hingga ija poenja rahajat djadi merasa bentji padanja. Boewat lolosken diri dari kenajaän baginda, rahajat itoe tida ampoenja akal, lain dari pada meron­tak dan meninggalken kasatiaän. Di dalam hal ini ijaorang memoehoen toeloengan kapada BOEN ONG, jang ada memerintah satoe karadjaän ketjil dengan baik sekali, hingga namanja djadi terpoedji oleh samoewa orang. Ini radja ketjil perboewat apa jang boleh, soepaja baginda kei­zer nanti merobah kalakoeän sendiri dan berlaloe dari djalan jang salah. Tempo segala perboewatannja soedah kalihatan tida berätsil, baginda BOEN ONG itoe lantas berdan­dan aken memaloemken perang pada baginda keizer. Aken tetapi sabelon sampe niatan itoe terboekti, baginda BOEN ONG itoe mangkat ka rachmat'oellah, dan pada bebrapa tahon komoedian dari pada itoe, baroelah niatnja baginda itoe dilandjoetken oleh ija poenja poetra bernama BOE ONG. Dengan terkenan oleh sekalian pembesar dan radja-radja, ini BOE ONG menjerang pada baginda keizer, jang sigralah