- 6 -
soeka menerima itoe dari padanja. Ija poenja karadjinan besar aken membri pengadjaran pada orang, ada bertimpal betoel dengan kahormatan dan katjintaän, jang ija dapat terbitken aken diri sendiri di dalam hati moerid-moeridnja, jang banjaknja ada riboeän dengan roepa-roepa oemoer dan deradjat. Dengan hati jang rendah dan bernapsoe sadja aken sampoernaken kabedjikan diri sendiri, boekan sekali ija soedah maoe menerima pangkat oleh kerna ingin kahormatan dan kabesaran, hanja ija soedah maoe trima itoe, dari sebab merasa wadjib, dan ada perloe itoe aken ija perbaiki adat dan kalakoeännja boemi-poetra dengan lantaran merobah oendang-oendang negri dan atoeran adat-lembaga. Kaloe sadja ija soedah dapat kanjataän, bahoewa pengadjarannja tida beratsil, atawa ija telah merasa, bahoewa ija soedah perboewat kaharoesannja, lantaslah djoega ija lepasken djabatannja dan poelang dengan enak hati ka kampoengnja sendiri, di mana dengan radjin ija teroesken kombali hal mengoesoet pengartian dan membri adjaran kapada orang. Tiap kali ija poelang, ija tida membawa kakajaän, hanja membawa sadja nama jang bertambah-tambah djadi besar dan wangi. Sedang bagitoe, lebih dari satoe kali ija tampik koernianja radja-radja jang maoe membriken tanah-tanah dan kota-kota kapadanja.
„Di dalam hal perbaiki istiadat boemi-poetra, KHONGHOETJOE ada dapat madjoe banjak sekali, hingga namanja djadi terdjoendjoeng oleh sekalian bangsa Tjina sampe di ini masa. Inilah djoega sebabnja, maka boekanlah sadja radja-radja dan poedjonggo-poedjonggo ada mengormati nama KHONGHOETJOE lebih dari pada hormati nama manoesia, hanja sekalian boemi-poetra, moelja dan hina, soeka menoelisken KHONGHOETJOE poenja mitsal-mitsal (perkataän) dan taro itoe di dalam roemah dan di dalam kapal atawa sabaginja,