Halaman:Hal Bunyi Dalam Bahasa-Bahasa Indonesia.pdf/29

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

65. Konsonan gérésan (spirant). Dalam bahasa Dajak buruf s dibunjikan dengan tegas seperti dalam bahasa Djerman" (Hardeland). ,,Dalam bahasa Tontémboa huruf s ialah huruf supradéntal" (Adriani). ,,Dalam bahasa Gayo huruf s dibunjikan di-sela² gigi" (Hazeu).

,,Dalam bahasa Nias huruf x dibunjikan seperti ch dalam kata wachen dalam bahasa Djerman" (Sundermann). ,,Bahasa Tontémboa tidak mempunjai konsonan langit² lembut letus bersuara (média vélar) sebagai penggantinja terdapat konsonan géséran (spirant) jang diutjapkan pada bagian belakang langit²". (Adraini). ,,Dalam bahasa Bontok huruf s dibunjikan seperti sh dalam kata shield dalam bahasa Inggeris" (Seidenadel), dan huruf f seperti huruf f dalam kata fine dalam bahasa Inggeris. ,,Dalam bahasa Bufu huruf f ialah konsonan bibir (bilabial)" (Adraini).

66. Konsonan pangkaltenggorok h. ,,Dalam bahasa Gayo seperti dalam bahasa Belanda huruf h dibunjikan dengan tegas, djuga pada achir suku kata. (Hazeu)" Dalam bahasa Djawa huruf h pada per-mulaan kata tak dibunjikan dan pada achir kata kurang tegas dibunji-kan. Begitu djuga halnja djika terdapat antara dua harakat (vokal) jang ber-lain²an dan antara harakat (vokal) jang sama, seperti dalam bahasa Belanda". (De Hollander).

28