Halaman:Garuda Perdamaian (Garuda Indonesia, 1957).pdf/87

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


tgl.2 Djanuari 1957 dengan menumpang pesawat pengangkut militer Amerika Constellation C-121.

Rombongan kwartiermakers itu dipimpin oleh Major Sutikno dan terdiri dari 36 orang, 10 Perwira dan 26 Bintara dan Bawahan.

Menurut rentjana, maka pada tgl. 8 Djanuari 1957 dilapangan Kemajoran diadakan pemuatan alat-alat perlengkapan pasukan-pasukan kita untuk P.B.B. sebanjak 45.000 kg, kedalam 8 buah pesawat C-124 Globemaster, jaitu pesawat-pesawat pengangkut militer jang akan mengangkut pasukan-pasukan TN.I. Batalion Garuda I untuk UNEF ke Timur Tengah.

Pesawat-pesawat pengangkut raksasa dari angkatan Udara Amerika Serikat itu merupakan bagian-bagian dari Angkatan Udara Amerika Serikat di Timur Djauh jang ditempatkan di Djepang dan dalam usaha pengangkutan pasukan-pasukan UNEF berada dibawah pimpinan P.B.B.

Angka-angka, mengenai pesawat-pesawat raksasa Globemaster ini sedikit banjak memberikan gambaran tentang kekuatan dan besarnja pesawat-pesawat tersebut. Banjaknja lembaran wadja jang digunakan untuk badan pesawat ini djika dibentangkan diatas tanah sama luasnja dengan tanah seluas hampir setengah hektar. Pandjang sajapnja ada 174 kaki. Mesin-mesinnja mempunjai kekuatan 293 kali lebih besar dari pesawat Wright Brothers, pesawat terbang jang pertama-tama ditjiptakan. Djika disatukan, mesin-mesin ini mempunjai dajakuda jang dapat mendjalankan 70 mobil Buick jang masing-masing mempunjai kekuatan 200 daja kuda. Dari tanah keudjung atas ekornja ada setinggi 48 kaki 3 intji, sedang pandjangnja dari hidung sampai keekor ada 127 kaki.

Ruangan didalam pesawat-pesawat pengangkut C-124 ini paling luas dari semua pesawat-pesawat pengangkut jang ada beroperasi dewasa ini. Ia dapat membawa muatan sebanjak 25.000 Kg.

Dengan penjelesaian atjara minta diri dari penduduk Djakarta, serta persiapan-persiapannja, maka achirnja tibalah saat untuk meninggalkan tanah air. Dengan diantar oleh KSAD, Perwira-perwira Tinggi dari ketiga angkatan, Walikota Soediro dan ratusan penduduk Ibukota Pasukan Garuda I anggauta Polisi P.B.B. dari Indonesia pada

83